Ekonomi

Langkah Awal Bangun Usaha: Bukan Sekadar Produksi

Bagikan:
Yumince Solaiman Pinat memberi materi Ekonomi Digital RRI Atambua tentang langkah membangun usaha

Yumince Solaiman Pinat mengingatkan bahwa langkah awal membangun usaha bukan sekadar memproduksi barang, melainkan memahami alasan mendasar usaha dijalankan. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam program Ekonomi Digital RRI Atambua pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia menekankan pentingnya menemukan why, memvalidasi nilai, menentukan target pasar, dan merumuskan bentuk produk agar usaha berkelanjutan dan relevan.

Temukan "why" dan validasi nilai

Menurut Yumince, menemukan alasan kuat menjadi langkah pertama sebelum bergerak ke aspek lain bisnis. Tanpa alasan yang jelas, usaha mudah kehilangan arah. Proses validasi nilai memastikan bahwa alasan itu benar-benar layak dijalankan dan sesuai kebutuhan pasar.

"Ini yang sering kita sebagai usaha lihat apa yang bisa kita lakukan supaya nilai yang kita pegang itu bisa sampai kepada orang lain."

Tentukan target pasar dan bentuk produk

Setelah alasan jelas, pelaku usaha harus menebak siapa yang ingin dijangkau. Target yang spesifik memengaruhi konsep, nama, dan pendekatan pemasaran. Yumince memberi contoh konkret untuk memperjelas perbedaan strategi.

"Selanjutnya, pelaku usaha harus menentukan siapa target pasar yang ingin dijangkau dengan produk yang dihasilkan secara jelas dan spesifik. Contohnya, produk cemilan untuk anak TK tentu berbeda konsep, nama, dan pendekatan dibandingkan dengan produk untuk pekerja kantoran,"

Ia menambahkan bahwa bentuk produk — apakah makanan, perawatan, atau lainnya — menentukan identitas dan citra di mata konsumen. Dengan memahami target, produk lebih mudah melekat dalam ingatan konsumen.

Fondasi: alasan, target, dan bentuk produk

Yumince merangkum tiga pilar yang harus dijawab sebelum membangun identitas usaha. Pilar ini menjadi fondasi untuk strategi jangka panjang dan diferensiasi produk di pasar yang kompetitif.

  • Alasan — mengapa usaha ini penting
  • Target — siapa konsumen yang ingin dicapai
  • Bentuk produk — apa jenis produk yang ditawarkan

"Tiga pertanyaan utama yakni alasan, target, dan bentuk produk merupakan fondasi wajib sebelum membangun identitas usaha yang kuat."

Kesiapan belajar, dokumentasi, dan peran pengawasan

Selain modal dan keberanian, Yumince menekankan perlunya kesiapan belajar terus-menerus. Banyak pelaku UMKM berhenti berkembang karena enggan meningkatkan kapasitas setelah memperoleh keuntungan awal.

Ia juga menggarisbawahi tantangan menjaga konsistensi mutu produk jangka panjang. Standar kualitas sulit dipertahankan tanpa sistem dokumentasi dan prosedur kerja yang baik. Untuk itu, kehadiran lembaga pengawas seperti BPOM penting dalam memastikan prosedur dan dokumentasi dijalankan.

Pendampingan berbasis nilai

Dalam program pendampingannya, Yumince tidak langsung mengarahkan peserta pada produk. Ia memulai dari penguatan mental entrepreneur dan pemahaman peluang usaha dari dasar.

"Dalam pendampingan tersebut, peserta tidak langsung diarahkan pada produk, melainkan diajak memahami peluang dan proses membangun usaha dari dasar. Ia percaya setiap orang memiliki potensi berbeda dan jika diarahkan dengan benar, akan melahirkan produk khas daerah yang bernilai."

Dengan langkah terstruktur—mulai dari menemukan why hingga membangun dokumentasi produk—UMKM berpeluang tumbuh lebih konsisten dan berdaya saing. Ke depan, fokus pada validasi nilai dan sistem kerja menjadi kunci mempertahankan kualitas dan memperluas pasar.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait