Menteri Wihaji Kunjungi Sumut dan Aceh untuk Perkuat Bangga Kencana
DELISERDANG — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, berkunjung ke Sumatera Utara pada Selasa, 2 Juni, dengan tujuan memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana dan meningkatkan sinergi antar pemerintah pusat dan daerah.
Kedatangan Menteri Wihaji di Service Lounge Bandara Internasional Kualanamu disambut hangat. Ia datang bersama istri, Uni Kuslantasi, dan menerima penghormatan adat berupa prosesi penyematan ulos yang langsung dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, serta Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.
Agenda kerja: penguatan pendamping keluarga dan penanganan stunting
Dalam kunjungan kerja kali ini, Wihaji dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat. Salah satu agenda utama adalah menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat.
Tujuan kunjungan sama sekali jelas: memperkuat peran pendamping keluarga dalam percepatan pembangunan keluarga, mendukung upaya pencegahan stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah.
"Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung percepatan pembangunan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah," ujar Wakil Gubernur Surya.
Rencana kegiatan di Aceh Tenggara
Setelah rangkaian kegiatan di Sumut, Menteri Wihaji akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tenggara. Di Kutacane, kunjungan fokus pada lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan program-program intervensi gizi.
Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di Aceh Tenggara, antara lain:
- Peninjauan lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang menjadi sasaran bantuan bedah rumah.
- Pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita melalui posyandu.
- Temu Akbar Kader Tim Pendamping Keluarga dan pengukuhan kepala daerah sebagai figur pembina GenRe.
Dampak yang diharapkan
Pemerintah daerah Sumut menyampaikan apresiasi atas perhatian BKKBN pusat terhadap pembangunan keluarga berkualitas. Kolaborasi yang lebih erat antara pusat, daerah, dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk mengendalikan angka kelahiran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju target Indonesia Emas 2045.
Dengan penguatan kapasitas TPK dan intervensi gizi terpadu, diharapkan laju penurunan stunting dapat dipercepat dan kualitas sumber daya manusia di daerah meningkat.
Kunjungan kerja Menteri Wihaji ini menjadi bagian dari upaya pemerataan program pembangunan keluarga sekaligus pengukuhan peran lokal dalam program nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...