Kunjungan Malaysia & Singapura Naik, Perdagangan Batam Tumbuh
Batam mengalami lonjakan kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang mendorong aktivitas perdagangan dan usaha kecil. Kenaikan didorong oleh nilai tukar yang menguntungkan sehingga turis berbelanja lebih banyak di pulau dekat Singapura itu.
Lonjakan pengunjung dan data kunjungan
Nagoya Hill Mall, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Batam, melaporkan sekitar 150.000 pengunjung pekan lalu, naik dari sekitar 130.000 pada minggu-minggu sebelumnya. Manajemen mall mencatat peningkatan paling besar datang dari wisatawan Malaysia.
Manajer Operasional dan Humas Nagoya Hill Mall, M. Haris Fadillah, menyebut kenaikan arus turis internasional mencapai sekitar 40% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Dia mengatakan peningkatan itu terutama terjadi saat musim libur panjang.
"Ada peningkatan sekitar 40% pengunjung asing, dengan mayoritas wisatawan datang dari Malaysia. Mereka datang ke Batam untuk berbelanja,"
Dorongan nilai tukar dan preferensi belanja
Nilai tukar memberi sentimen positif. Kurs ringgit Malaysia menguat sekitar 17% secara tahunan terhadap rupiah menjadi Rp 4.370. Sementara dollar Singapura naik sekitar 12% menjadi Rp 13.838.
Akibatnya, banyak wisatawan merasa barang di Batam lebih terjangkau dibandingkan di negara asal mereka. Kondisi ini mendorong pembelian oleh turis untuk keperluan belanja, kuliner, dan oleh-oleh.
| Keterangan | Angka | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Pengunjung Nagoya Hill (pekan lalu) | 150.000 | Naik dari 130.000 |
| Kenaikan pengunjung asing | 40% | Didominasi wisatawan Malaysia |
| Kurs ringgit | Rp 4.370 | Naik ~17% YoY |
| Kurs dollar Singapura | Rp 13.838 | Naik ~12% YoY |
Dampak pada perdagangan dan UMKM
Peningkatan wisatawan menghidupkan kembali pusat perbelanjaan, restoran, dan toko suvenir. Pedagang kecil dan pelaku UMKM merasakan langsung kenaikan permintaan.
Aprilia, yang berjualan kue lapis di Nagoya Hill, mengatakan mayoritas pelanggannya adalah turis dari Singapura dan Malaysia. Pembelian umumnya untuk oleh-oleh.
"Kebanyakan pembeli adalah turis dari Singapura dan Malaysia. Mereka biasanya membeli kue lapis sebagai oleh-oleh, bisa antara lima hingga 10 kotak dalam satu transaksi,"
Rasa yang paling laris antara lain:
- Original
- Cokelat
- Prune
Suasana di pusat perbelanjaan dan kuliner
Pusat kuliner dan distrik belanja di Batam tampak ramai selama libur panjang. Wisatawan menikmati hidangan lokal seperti nasi padang dan hidangan laut, menurut pengunjung dari Malaysia yang ditemui di lokasi.
"Kami datang ke Indonesia untuk liburan dan makanan. Di Batam saya suka nasi padang dan seafood,"
Prospek dan harapan
Pihak bisnis dan operator pariwisata berharap lonjakan kunjungan ini berlanjut. Mereka menilai arus wisatawan tidak hanya menopang sektor pariwisata, tetapi juga berdampak positif pada perdagangan, UMKM, dan ekonomi Batam secara keseluruhan.
Jika tren nilai tukar dan ketertarikan turis tetap stabil, pelaku usaha lokal optimistis penerimaan dari sektor pariwisata akan terus meningkat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...
Kementerian Kebudayaan Gelar Pentas KILA 2026 untuk Bangkitkan Lagu Anak
Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas KILA 2026 di Jakarta untuk menghidupkan kembali lagu anak dan mengem...
Perpustakaan Danantara Resmi Dibuka di Museum Nasional
Perpustakaan Danantara resmi dibuka 25 September 2026 di Museum Nasional; koleksi langka bisa dibaca gratis...