Kudatuli 1996: Lamongan Tegaskan Demokrasi untuk Rakyat
Lamongan — Peringatan 30 tahun Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) 1996 di Kabupaten Lamongan digelar sebagai momentum refleksi dan teguran politik. Acara yang berlangsung pada 27 Juli menegaskan bahwa perjuangan demokrasi harus melahirkan pemerintahan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Peringatan sebagai pengingat demokrasi
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan makna fundamental Kudatuli bagi kualitas pemerintahan daerah. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti sebagai wacana semata, tetapi harus terealisasi dalam kebijakan pro-rakyat.
"Demokrasi dibangun melalui keberanian dan pengorbanan. Semangat itu kami terjemahkan dengan menghadirkan pemerintahan yang terbuka, siap mendengar aspirasi, dan bekerja penuh integritas demi kepentingan masyarakat,"
Dirham menambahkan bahwa stabilitas dan kemajuan daerah hanya mungkin dicapai melalui gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman.
Doa lintas iman dan pesan persatuan
Acara diwarnai doa lintas agama yang melibatkan tokoh Islam, Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu. Kehadiran mereka dimaknai sebagai bukti bahwa perbedaan keyakinan menjadi modal sosial untuk merawat kerukunan.
"Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk merawat persatuan. Kami berharap generasi muda belajar dari sejarah agar senantiasa mengedepankan penyelesaian masalah melalui dialog, hukum, dan perdamaian,"
Pesan itu disampaikan oleh Pemuka Agama Hindu Lamongan, Mangku Tadi, yang mendorong dialog kemanusiaan sebagai jalan penyelesaian konflik.
Satyam Eva Jayate: kebenaran dan pengawalan hak
Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, menegaskan bahwa perkumpulan untuk mengenang 27 Juli 1996 bukan bertujuan menanam dendam. Ia mengutip prinsip Satyam Eva Jayate untuk menegaskan bahwa kebenaran perlu diperjuangkan.
"Peringatan Kudatuli bukan untuk memelihara rasa dendam, melainkan untuk menegaskan prinsip Satyam Eva Jayate bahwa kebenaran butuh diperjuangkan dan kebenaran pasti menang,"
Husen juga menyerukan pengawalan terhadap hak-hak dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan upah layak.
Dari simbol ke kebijakan: fokus anggaran dan legislasi
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan menyatakan peringatan itu harus diterjemahkan ke kebijakan pro-rakyat. Ketua fraksi, Erna Sujarwati, menegaskan pentingnya keberpihakan anggaran sebagai bukti pengabdian.
"Kami secara tegas menolak politik pengancaman dan intimidasi. Tugas kami di legislatif adalah memastikan anggaran daerah berfokus pada keadilan sosial,"
Fraksi melakukan serapan aspirasi melalui skema "belanja masalah" dan menindaklanjutinya lewat regulasi dan pengawasan. Langkah konkret yang disebutkan meliputi:
- Perda Perlindungan Peternak untuk melindungi usaha peternakan lokal;
- Evaluasi data kemiskinan untuk perbaikan pendataan sosial dan penyaluran bantuan;
- Pengawalan program Lamongan 1 Data untuk transparansi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Implikasi dan harapan ke depan
Peringatan Kudatuli di Lamongan menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan bahwa kekuasaan harus dipakai untuk melayani, bukan menindas. Para penyelenggara dan tokoh masyarakat berharap generasi muda tetap kritis, bersuara santun, dan menjaga persatuan saat memperjuangkan aspirasi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan: Pemkab Malang Harus Peka, RAPBD 2027 Konsisten
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkab Malang tangani masalah sejak dini dan pastikan RAPBD 2027 konsisten dari...
Puan Dorong Medali Asian Games 2026 Jadi Modal Perkuat Pembinaan
Puan Maharani minta setiap medali Asian Games 2026 dijadikan modal memperkuat pembinaan olahraga nasional se...
DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya
DPRD Surabaya dukung program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung; tekan kebutuhan pendampingan agar usaha ri...
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...
KONI Dorong Mini Soccer Trenggalek Jadi Sumber Talenta Porprov 2027
KONI Trenggalek mendorong mini soccer jadi sumber talenta Porprov Jatim 2027 lewat Turnamen Piala Dispora 20...