Lokal

Ribuan Warga Saksikan Kuda Kepang di Padangsidimpuan Saat HUT RI

Bagikan:
Pertunjukan kuda kepang di Lapangan SMA Negeri 3 Padangsidimpuan saat perayaan HUT RI

Padangsidimpuan, Ribuan warga memadati Lapangan SMA Negeri 3 Padangsidimpuan pada Senin (17/8) untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan III, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Acara yang digelar panitia setempat menampilkan rangkaian hiburan rakyat, dengan kuda kepang sebagai tontonan utama.

Antusiasme Warga dan Kerumunan di Lapangan

Warga datang bukan hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari berbagai wilayah Kota Padangsidimpuan. Sejak sore hari, lapangan sudah dipenuhi penonton yang berebut posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan.

Suasana mencekam berubah menjadi meriah ketika atraksi dimulai, dengan penonton berdesakan di sekitar arena. Panitia mencatat animo tinggi, sehingga area utama tampak padat hingga malam hari.

Kuda Kepang Jadi Magnet Perayaan

Dari berbagai hiburan yang disuguhkan, pertunjukan kuda kepang menjadi magnet utama. Aksi para pemain menarik perhatian karena dianggap berbeda dari hiburan lomba tradisional lain yang biasa muncul saat 17 Agustus.

Beberapa pengunjung mengaku sengaja datang jauh untuk menyaksikan persembahan seni tradisional ini, yang menurut mereka semakin jarang ditampilkan dalam perayaan kemerdekaan.

Respon Penonton

Rudy, pengunjung asal Batunadua, mengatakan ia datang bersama keluarga untuk menikmati suasana berbeda di Padangmatinggi.

“Kami sengaja datang bersama keluarga karena hiburannya lebih menarik dan berbeda dari yang ada di lingkungan kami,”

Hal serupa diungkapkan Ahlan Hasibuan dari Desa Pudun. Ia menilai kuda kepang memberi warna baru pada perayaan.

“Kalau panjat pinang, lomba makan kerupuk, tarik tambang dan lainnya, itu sudah biasa kita tonton setiap perayaan 17 Agustus. Kuda kepang seperti ini justru menjadi hiburan,”

Hiburan Tradisional vs Lomba Klasik

Selain kuda kepang, perayaan di Padangmatinggi juga menampilkan lomba-lomba tradisional yang biasa muncul tiap 17 Agustus. Beberapa permainan yang digelar panitia antara lain:

  • panjat pinang
  • lomba makan kerupuk
  • tarik tambang

Namun, kuda kepang dianggap memberikan nuansa berbeda dan menarik minat warga dari luar lingkungan setempat.

Makna dan Dampak

Penampilan kuda kepang dalam perayaan HUT RI ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berperan sebagai pengingat pentingnya pelestarian kesenian tradisional. Kehadiran pertunjukan tersebut memberi alternatif hiburan yang dinilai lebih variatif oleh masyarakat.

Dengan animo tinggi, panitia diharapkan terus mengikutsertakan pertunjukan seni tradisional di perayaan berikutnya untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait