KSP Dudung Terima Audiensi Pimpinan BGN, Tekankan Efisiensi MBG
Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menerima audiensi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan Jakarta, pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Pertemuan berlangsung tertutup dan membahas evaluasi tata kelola program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya efisiensi anggaran.
Audiensi di Bina Graha
Rombongan BGN datang langsung ke Bina Graha dan masuk ke kantor KSP saat tiba. Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran pimpinan BGN, termasuk Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Agustina Arumsari, dan Trenggono.
Pembicaraan dilakukan secara tertutup antara KSP Dudung dan pimpinan BGN. Pembahasan utama terkait pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu prioritas Presiden.
Komitmen evaluasi dan efisiensi MBG
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mengevaluasi kinerja BGN dan memperbaiki tata kelola program. Ia menegaskan fokus pada efisiensi anggaran yang dikelola dalam program MBG agar tidak membebani APBN.
"Kami konsen pada efisiensi anggaran, agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini. Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi,"
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik dalam konferensi pers setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa penghematan anggaran diarahkan tanpa mengurangi target pencapaian gizi bagi penerima manfaat.
Perbaikan tata kelola SPPG dan dapur MBG
Selain efisiensi, BGN juga akan mengevaluasi dan menata Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi sebagai dapur program MBG. Nanik mengungkapkan langkah penataan ini mencakup verifikasi kapasitas operasional dapur dan pemerataan layanan di berbagai daerah.
- Nanik akan mengevaluasi kebutuhan pemerataan SPPG.
- Akan dilakukan penataan jumlah dapur operasional berdasarkan data virtual account.
- Tujuan penataan untuk memastikan kecukupan layanan dan mencegah kelebihan sumber daya.
Menurut Nanik, data awal menunjukkan jumlah dapur operasional tercatat 27.877 berdasarkan virtual account. Ia menyebut langkah awal adalah menghentikan sementara angka tersebut untuk ditata kembali dan diuji kecocokan antara dapur dan penerima manfaat.
Implikasi dan langkah berikutnya
Langkah evaluasi dan penataan ini berimplikasi pada alokasi anggaran program MBG dan implementasinya di lapangan. Jika berhasil, efisiensi dapat meringankan beban APBN tanpa mengorbankan target gizi.
Rapat tertutup antara KSP dan pimpinan BGN menandai awal proses penataan yang diperkirakan akan berlanjut ke tahapan verifikasi data dan koordinasi antar-instansi terkait.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...