Nasional

AISITS Ungkap Kronologi KM Virgo Transport 8 Sebelum Hilang Kontak

Bagikan:
Tampilan layar monitoring AISITS menampilkan jejak rute kapal dan titik sinyal terakhir

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui sistem AISITS membeberkan alur perjalanan KM Virgo Transport 8 hingga sinyal kapal terhenti pada Sabtu malam, 12 September 2026, di perairan Selat Madura. Data yang direkam Remote Base Station (RBS) dan server AISITS menunjukkan jam keberangkatan, perubahan kecepatan, serta titik sinyal terakhir kapal.

Kronologi perjalanan

Menurut data AISITS, KM Virgo Transport 8 meninggalkan Terminal Jamrud Selatan, Surabaya, sekitar pukul 10.00 WIB dan tercatat bergerak perlahan di area pelabuhan dengan kecepatan 0,3–3,5 knot. Setelah memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), kecepatan kapal meningkat menjadi sekitar 12–14 knot.

Sekitar pukul 12.00 WIB, kapal melintas di dekat Karang Jamuang dan bergerak relatif konstan 13–14 knot menuju arah timur laut, yang menurut rekaman diarahkan ke Banjarmasin, Kalimantan.

"Perjalanan KM Virgo terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak kapal bertolak dari Terminal Jamrud Selatan,"

Sinyal terakhir: pukul 22.33 WIB

Server AISITS mencatat sinyal terakhir KM Virgo Transport 8 pada Sabtu malam pukul 22.33 WIB ketika kapal masih bergerak dengan kecepatan 12,9 knot. Setelah itu, sistem tidak lagi menerima data posisi dari kapal.

Menurut Dr. Dhimas Widhi Handani, Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS, ada beberapa kemungkinan penyebab berhentinya data:

  • Kapal berada di luar jangkauan stasiun AISITS.
  • Perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data.

"Kondisi tersebut dapat terjadi karena kapal berada di luar jangkauan laporan AISITS. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data,"

Peran data AISITS dalam investigasi

Dhimas menegaskan bahwa hilangnya sinyal pada sistem AISITS bukanlah bukti langsung penyebab hilangnya kontak kapal. Data ini harus dikombinasikan dengan informasi dari sistem pemantauan lain serta hasil operasi pencarian dan investigasi di lapangan.

Ia menjelaskan, data historis AISITS berguna untuk mengidentifikasi insiden di laut, seperti kapal keluar dari jalur pelayaran atau berhenti di lokasi tak semestinya. Data juga membantu memantau pergerakan di sekitar fasilitas vital seperti pipa bawah laut atau anjungan lepas pantai.

Fitur AISITS dan manfaat operasional

AISITS dilengkapi sejumlah fitur untuk memperkuat keamanan maritim. Fitur utama meliputi:

  • Early warning system dan ship tracking system.
  • Fuel oil monitoring dan smart buoy monitoring.
  • Predictive maneuvering plan, informasi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal (heat maps).

Seluruh peringatan dini dipantau melalui aplikasi dan command center di tepi pantai. Menurut Dhimas, pemantauan ini memungkinkan pihak terkait segera mengetahui kondisi lalu lintas kapal sehingga potensi gangguan terhadap fasilitas vital dapat diantisipasi.

"Pemantauan tersebut memungkinkan pihak terkait mengetahui kondisi lalu lintas kapal secara cepat sehingga potensi gangguan terhadap fasilitas vital dapat diantisipasi,"

Kesimpulan dan langkah selanjutnya

Data AISITS memberikan gambaran awal kronologi pergerakan KM Virgo Transport 8, namun bukan penentu tunggal penyebab hilangnya kontak. Hasil pemantauan perlu dilengkapi data lain dan temuan lapangan dari operasi pencarian untuk menentukan langkah penanganan dan investigasi lebih lanjut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait