DPRD Medan Kritik Proyek BRT Mebidang: Potensi Timbulkan Kemacetan
Anggota DPRD Medan Lailatul Badri mengkritisi proyek strategis nasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang akan dibangun di Kota Medan. Ia menyatakan proyek bernilai Rp1,9 triliun itu berpotensi menyempitkan ruas jalan dan menimbulkan kemacetan baru, demikian disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Medan, Senin (15/6).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Wong Chun Sen dan dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap serta jajaran OPD Pemko Medan. Fraksi Hanura-PKB, yang diwakili Lailatul, mempertanyakan transparansi anggaran pendamping serta mitigasi dampak proyek tersebut.
Kekhawatiran penyempitan jalan dan kemacetan
Lailatul menjelaskan bahwa desain jalur BRT akan mengambil ruang jalan di sejumlah titik. Ia memandang hal ini dapat menciptakan hambatan lalu lintas baru jika tidak ditangani sejak perencanaan.
"Proyek strategis nasional dalam hal ini Bus Rapid Transit (BRT) senilai Rp1,9 triliun dari Kementerian Perhubungan akan menyebabkan penyempitan ruang jalan dan berpotensi menimbulkan kemacetan baru,"
Menurutnya, pengoperasian BRT yang direncanakan mulai tahun 2028 harus disertai jawaban jelas dari Dinas Perhubungan soal anggaran pendamping dan strategi pengaturan lalu lintas.
Beban APBD dan infrastruktur penerangan
Fraksi Hanura-PKB juga menyorot dampak keuangan proyek terhadap APBD Kota Medan. Selain biaya operasional, terdapat kebutuhan pengadaan ulang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) setelah beberapa unit yang ada dicabut akibat pembangunan jalur.
"Semuanya tidak terlepas dari sejumlah LPJU yang telah dipasang akan dicabut. Dan dipastikan akan ada pengadaan LPJU,"
Isu lingkungan: pemangkasan pohon
Lailatul mengkritik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena pemangkasan pohon terkait pembangunan jalur BRT. Ia menilai DLH semestinya menyiapkan pohon pengganti untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Prioritas penanganan banjir
Anggota DPRD itu menegaskan Pemko Medan sebaiknya lebih dulu mengatasi masalah banjir yang rutin terjadi sebelum mengutamakan teknologi transportasi baru.
"Jadi perlu kami tegaskan di sini, Pemko Medan lebih baik mengutamakan bagaimana mengatasi banjir di Kota Medan yang selalu terjadi... Jangan mengutamakan teknologi jika Kota Medan masih tenggelam karena banjir. Tidak akan berguna teknologi,"
Pengelolaan sampah dan retribusi DLH
Selain BRT, Fraksi juga mengkritik kinerja DLH dalam pengelolaan retribusi sampah yang dinilai belum optimal. Beberapa kendala yang disebut antara lain:
- Minimnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah
- Tunggakan pembayaran di tingkat kecamatan
- Praktik pengutipan tidak resmi atau pungli
- Keluhan warga terhadap tarif retribusi baru
Lailatul menegaskan persoalan ini semakin berat karena sistem penarikan retribusi belum terdigitalisasi, sehingga pemantauan dan penertiban sulit dilakukan.
Penolakan atau keberatan fraksi terhadap beberapa aspek proyek BRT menempatkan tekanan pada Pemko Medan dan OPD terkait untuk menjelaskan rencana anggaran, mitigasi lalu lintas, serta langkah pengelolaan lingkungan dan infrastruktur sebelum proyek dilanjutkan.
Berita Terkait
PW PUI Sumut Jalin Kerja Sama dengan Baznas Sumut untuk Maksimalkan ZIS
PW PUI Sumut kunjungi Baznas Sumut untuk menjajaki kolaborasi penguatan Zakat, Infaq, dan Sedekah; potensi Z...
Demo DPRD Sumut, Tuntutan Pembelian Pertalite Jeriken, dan Desakan Usut MBG
Di Sumut (15/6): dua terdakwa dituntut 5 bulan 5 hari terkait pembelian pertalite jeriken; mahasiswa demo di...
Calon Ketua Karang Taruna Medan Paparkan Visi dan Misi ke Ketua DPRD
Calon Ketua Karang Taruna Medan, Dedy Saputra Pane, menemui Ketua DPRD Wong Chun Sen untuk memaparkan visi,...
SD 2 Muhammadiyah Langsa Beri Reward untuk Juara O2SN 2026
Tiga siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa menerima reward dari kepala sekolah usai meraih juara O2SN 2026 sebagai...
Bener Meriah Revisi RTRW untuk Antisipasi Perubahan Wilayah
Bupati Tagore pimpin konsultasi publik revisi RTRW Bener Meriah untuk menyesuaikan Qanun 2013 dengan perubah...
HISSI Aceh Gelar Muswil I, Tekankan Pengawasan Eksplorasi Migas
HISSI Aceh menggelar Muswil I di Langsa (15/6) untuk mengawal eksplorasi migas Blok Medco dan Andaman demi k...