KOWANI dan WPPKBI Perkuat Regenerasi Kepemimpinan Perempuan
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Wanita Pelopor Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia (WPPKBI) sepakat memperkuat sinergi untuk mendorong regenerasi kepemimpinan perempuan dan tata kelola organisasi. Kesepakatan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 Juli 2026. Tujuannya menjaga kesinambungan perjuangan organisasi sekaligus memperkuat kontribusi perempuan pada pembangunan nasional.
Tujuan sinergi dan pembinaan
KOWANI menegaskan perannya sebagai organisasi induk yang wajib membina dan mengayomi organisasi anggota. Menurut Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, regenerasi menjadi syarat utama agar estafet kepemimpinan terus berlanjut.
"KOWANI adalah rumah besar organisasi perempuan. Tugas kami adalah mengayomi, memperkuat koordinasi, dan memberikan dukungan agar setiap organisasi berkembang sesuai tujuan yang telah ditetapkan,"
Nannie menilai generasi muda perlu dilibatkan sejak dini untuk melanjutkan kerja yang telah dibangun para pendahulu. Ia juga mendorong seluruh organisasi mengedepankan semangat Perempuan Support Perempuan menjelang peringatan satu abad KOWANI.
Dukungan WPPKBI dan arah pembinaan
WPPKBI menyatakan siap mengikuti pembinaan KOWANI secara berkelanjutan. Ketua DPP Pembina WPPKBI, Lis Djamaris, mengatakan arahan KOWANI menjadi motivasi memperkuat kapasitas organisasi agar lebih profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Arahan dan bimbingan dari KOWANI menjadi motivasi untuk terus memperkuat organisasi. Selain itu juga meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,"
Lis menegaskan WPPKBI akan berupaya menjaga hubungan erat dengan KOWANI demi memperkuat gerakan perempuan di tingkat nasional dan daerah.
Legitimasi, profesionalisme, dan akuntabilitas
Beberapa tokoh organisasi menekankan pentingnya proses kepemimpinan yang sah dan transparan. Mantan Ketua Umum Wanita Tani Indonesia periode 2015–2020, Onny Jafar Hafsah, mengingatkan setiap pengurus harus dipilih sesuai AD/ART organisasi.
"Jangan sampai muncul ketua umum abal-abal. Yaitu seseorang yang mengklaim dirinya sebagai pimpinan organisasi tanpa proses pemilihan dan legitimasi yang jelas,"
Onny menambahkan bahwa organisasi perlu dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel serta menghadirkan program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat luas.
Implikasi ke depan
Sinergi KOWANI dan WPPKBI diarahkan tidak hanya untuk memperkuat struktur internal, tetapi juga meningkatkan kontribusi perempuan pada target pembangunan negara. Menjelang satu abad KOWANI, kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan organisasi perempuan dan memperkuat visi Asta Cita. Kesepakatan pembinaan dan penegakan legitimasi dipandang sebagai langkah penting untuk melahirkan kepemimpinan perempuan yang berkelanjutan dan terpercaya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...
Menko Polkam Dudung Prioritaskan Penanganan Karhutla
Dudung Abdurachman resmi Menko Polkam dan menetapkan penanganan karhutla sebagai prioritas, disertai koordin...
DPR Buka Opsi Parliamentary Threshold 0–20 Persen
Komisi II DPR membuka opsi PT 0–20% dalam RUU Pemilu; semua angka akan diuji melalui argumentasi konstitusio...