Kemkomdigi Dukung Konvensi Perhumas 2026 di Surakarta
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan Kemkomdigi mendukung penuh pelaksanaan Konvensi Perhumas 2026 yang digelar di Surakarta pada 17–18 Oktober 2026. Dukungan diberikan karena forum ini dinilai krusial untuk memperkuat kapasitas profesi humas menghadapi perkembangan teknologi komunikasi.
Dukungan resmi dan tujuan konvensi
Nezar menyebut konvensi sebagai momentum penting bagi insan humas Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi wadah respons kolektif terhadap dinamika teknologi yang mengubah cara organisasi berkomunikasi dengan publik.
Ia menegaskan dukungan tersebut dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
"Kami menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Konvensi Perhumas. Harapannya, konvensi ini menjadi forum penting bagi profesi humas Indonesia untuk merespons berbagai perkembangan teknologi komunikasi,"
Peran AI dalam lanskap komunikasi
Wamenkomdigi menjelaskan satu faktor utama perubahan lanskap komunikasi adalah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI kini banyak dipakai untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi di ruang digital.
Penggunaan AI membantu organisasi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembuatan konten serta distribusi pesan publik. Namun, Nezar mengingatkan manfaat ini datang bersamaan dengan risiko yang nyata.
"Artificial intelligence sekarang banyak digunakan dalam kerja-kerja komunikasi publik, di lanskap komunikasi kita, kita menemukan semakin banyak produk komunikasi yang dihasilkan dengan bantuan AI. Tetapi pada saat yang sama, teknologi ini juga dapat digunakan untuk membuat atau menyebarkan disinformasi dan misinformasi,"
Tantangan: disinformasi dan kepercayaan publik
Menurut pernyataan Wamenkomdigi, penggunaan teknologi juga membuka celah untuk penyebaran konten manipulatif. Hal ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap informasi resmi dan institusi.
Karena itu, konvensi dinilai perlu membahas langkah praktis memperkuat kapasitas humas, termasuk etika penggunaan AI, verifikasi informasi, serta mekanisme respons cepat terhadap disinformasi.
Langkah ke depan
Dengan dukungan pemerintah, penyelenggara diharapkan menyusun agenda yang konkret: pelatihan teknis, pembuatan pedoman etika digital, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Selain itu, forum ini berpotensi menjadi titik awal pengembangan standar praktik humas yang adaptif terhadap teknologi.
Konvensi Perhumas 2026 di Surakarta diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat profesionalisme humas sekaligus menjaga integritas informasi publik di era AI.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG: Gempa M6.2 di Barat Daya Tonga Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG: Gempa tektonik M6.2 mengguncang barat daya Tonga (13 Juli 2026); BMKG menyatakan tidak berpotensi tsun...
Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Jakarta ke Pasar Tiongkok
Kemenpar gelar Famtrip dan Networking Dinner 27 Juni–1 Juli 2026 untuk perkuat promosi wisata Jakarta ke pas...
KY Siap Dampingi Hakim yang Hadapi Ancaman
KY siap mendampingi hakim yang menghadapi ancaman untuk melindungi independensi dan wibawa peradilan.
Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergitas Polri dan Kejaksaan
Kapolri dan Jaksa Agung bertemu 13 Juli 2026 untuk memperkuat sinergitas penegakan hukum dan rancang pertuka...
Siswa Tangerang Raih Beasiswa Garuda dan Diterima di KAIST
Siswa SMA di Tangerang Selatan, Imran, diterima di KAIST lewat Beasiswa Garuda; beasiswa menanggung biaya pe...
Menag Lantik Forum Alumni PTKIN untuk Kawal Pembangunan
Menag lantik Forum Alumni PTKIN di Jakarta (13 Juli 2026) untuk konsolidasi alumni 59 PTKIN dan kawal pemban...