Riset FKUI: Kolagen Percepat Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetes
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaporkan hasil riset yang menemukan potensi kolagen sebagai terapi pendamping untuk mempercepat penyembuhan ulkus kaki pada penyandang diabetes. Temuan dipaparkan pada Kamis, 30 Juli 2026, dan menunjukkan perbaikan klinis pada kelompok yang menerima suplemen kolagen selain terapi standar.
Metode penelitian
Penelitian melibatkan 69 pasien ulkus kaki diabetik. Peserta dibagi menjadi kelompok yang menerima 10 gram kolagen hidrolisat setiap hari selama 21 hari ditambah terapi standar, dan kelompok yang hanya menjalani terapi standar. Evaluasi difokuskan pada proses penyembuhan luka, kadar albumin serum, dan indikator peradangan.
Hasil utama
Hasil menunjukkan pasien yang mendapatkan suplementasi kolagen mengalami pemulihan luka yang lebih baik dibandingkan pasien yang hanya mendapatkan terapi standar. Selain itu, pemberian kolagen dikaitkan dengan kenaikan kadar albumin serum, yang berperan dalam pembentukan jaringan baru.
- Penyembuhan luka lebih cepat pada kelompok kolagen.
- Peningkatan kadar albumin serum pada penerima kolagen.
- Terdapat kecenderungan penurunan proses inflamasi pada kelompok kolagen.
Doktor FKUI dr. Meiliati Aminyoto menjelaskan manfaat kolagen dalam konteks perbaikan jaringan.
Kolagen mudah diserap tubuh dan kaya akan asam amino untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Selain membantu pembentukan jaringan baru, kolagen menciptakan kondisi yang lebih baik bagi proses penyembuhan luka.
Implikasi klinis
Temuan ini memperkuat peran pendekatan nutrisi sebagai bagian dari penanganan ulkus kaki pada pasien diabetes. Peningkatan albumin serum menunjukkan bahwa suplementasi nutrisi dapat mendukung proses regenerasi jaringan selain tindakan medis langsung.
Meski hasil awal menjanjikan, tim peneliti menekankan perlunya studi lanjutan dengan sampel lebih besar dan periode tindak lanjut lebih panjang untuk memastikan manfaat jangka panjang dan keamanan penggunaan kolagen sebagai terapi tambahan.
Respons institusi
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKUI Prof. Neng Tine Kartinah mengapresiasi hasil penelitian dan mendorong pengembangan lebih lanjut.
Saya berharap penelitian ini terus dikembangkan. Sehingga dapat bermanfaat lebih luas bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas hidup pasien di Indonesia.
Riset ini membuka peluang integrasi intervensi nutrisi dalam protokol perawatan ulkus kaki diabetik, namun keputusan klinis tetap memerlukan bukti tambahan dan kajian cost-benefit sebelum diadopsi luas.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kemenkeu Perluas Asuransi BMN Lewat Pooling Fund Bencana
Kemenkeu memperluas Asuransi BMN lewat Pooling Fund Bencana (PFB) untuk memperkuat ketahanan fiskal dan memp...
Edukasi Gigi di LRT Jabodebek Sasar 50 Murid Disabilitas
Edukasi gigi bagi 50 murid penyandang disabilitas digelar di kereta LRT Jabodebek saat Hari Anak Nasional, d...
Hari Hepatitis Sedunia: Sejarah, Makna, dan Upaya Pencegahan
Hari Hepatitis Sedunia diperingati 28 Juli untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan perluasan akses pen...
BPJS: 79% Penderita Penyakit Kronis di Banten Belum Ikut Prolanis
BPJS: 358.801 warga Banten penderita penyakit kronis, namun 79% belum ikut Prolanis; program fokus pada diab...
Australia Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer Indonesia
Australia berkomitmen dukung transformasi layanan kesehatan primer Indonesia lewat riset, inovasi, dan kemit...
Kemenkes: 60% Lebih Penduduk RI Masih Rentan Hepatitis B
Kemenkes: Lebih dari 60% penduduk Indonesia masih rentan hepatitis B; SKI 2023 sebut prevalensi aktif 2,4% d...