Batubara Perkuat Kelautan dan Nelayan lewat KNMP
Lima Puluh, Batubara — Pemerintah Kabupaten Batubara memimpin rapat koordinasi dan pemantauan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Aula Kantor Bupati, Kamis (4/6). Kegiatan itu dihadiri pejabat pusat dan daerah untuk membahas penguatan sektor kelautan sebagai pilar pembangunan daerah serta usulan program prioritas bagi kesejahteraan nelayan.
Rakor dan peserta
Rapat dipimpin Bupati Dr H Baharuddin Siagian SH M.Si dan dihadiri Wakil Bupati Syafrizal SE M.AP, Inspektur Jenderal KKP Dr. Ade Tajudin Setiawan, Inspektur II KKP Febry Budianto, serta unsur penegak hukum dan pengawas keuangan. Hadir pula perwakilan dinas kelautan provinsi, BPKP, dan Forkopimda.
Potensi perikanan Batubara
Bupati Baharuddin memaparkan potensi maritim daerah yang dianggap strategis. Ia menyebut panjang garis pantai Kabupaten Batubara mencapai 62 km dengan jumlah nelayan sekitar 11.521 orang. Produksi perikanan tangkap tercatat sebesar 53.231 ton per tahun (2025), di mana sekitar 60% hasil tangkapan dikirim ke luar kota dan luar negeri.
"Potensi perairan dan kelautan Kabupaten Batubara dengan garis panjang pantai 62 km, jumlah nelayan 11.521 dengan potensi sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,"
Metode penangkapan mayoritas berupa One Day Fishing. Selain itu, budidaya air payau seperti udang vaname dan ikan kerapu dinilai memiliki kualitas tinggi sehingga sering diekspor. Budidaya air laut lokal didominasi kerang-kerangan dan kepah.
Usulan program prioritas
Bupati mengusulkan beberapa program teknis kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperlancar aktivitas nelayan dan mempercepat pembangunan pesisir.
- Pengerukan sedimentasi pada alur sungai untuk memperlancar arus kapal nelayan.
- Pembangunan 5 titik Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat sarana-prasarana usaha perikanan.
- Pembangunan kampung budidaya tematik udang vaname dan rumah pengering ikan asin dengan teknologi solar dryer dome.
- Usulan penambahan hingga 10 KNMP di Kabupaten Batubara guna mendukung percepatan pembangunan pesisir.
"Selat di sini bisa disebut Selat Hormusnya Indonesia karena selat yang sering dilewati kapal dan banyak proyek strategis nasional yang akan didirikan,"
Target nasional dan manfaat KNMP
Program KNMP merupakan program prioritas Presiden yang direncanakan berlangsung hingga 2029. Secara nasional, program ini menargetkan pembangunan 5.269 KNMP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pemerintah menargetkan 1.259 lokasi pembangunan pada 2026.
Inspektur Jenderal KKP menekankan pentingnya dukungan lintas elemen agar KNMP berhasil. Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan produktivitas dan pendapatan nelayan, kesejahteraan masyarakat pesisir, serta penciptaan lapangan kerja.
Rakor ini menegaskan komitmen daerah dan pusat untuk memperkuat rantai nilai perikanan di Batubara melalui program terencana dan intervensi infrastrukturnya.
Berita Terkait
Operasional PT BSM Subulussalam Terganjal Konflik, 32 Pekerja Dirumahkan
Operasional PT BSM Subulussalam dihentikan sejak 23 Mei setelah bentrokan dengan warga; 32 karyawan dirumahk...
Polsek Siantar Marihat Monitoring Panen Jagung Petani Binaan
Polsek Siantar Marihat memantau panen jagung petani binaan di Nagahuta pada 3 Juni 2026 untuk mendukung keta...
Simalungun Susun Rencana Induk Pembangunan Daerah
Pemkab Simalungun gelar rapat penyusunan RIPD di Pamatangraya untuk menyusun arah pembangunan jangka panjang...
Polres Pematangsiantar Tangkap Pemilik 1,13 Gram Sabu di Rumahnya
Polres Pematangsiantar menangkap JBS (28) pada 30 Mei dan menyita 1,13 gram sabu serta sejumlah barang bukti...
Polisi dan Warga Tambal Bahu Jalan Rusak di Padangsidimpuan
Satlantas Polres Padangsidimpuan bersama warga menambal bahu jalan berlubang di Jalan Raja Inal Siregar, Jum...
BNI Tegaskan Komitmen Bayar Ganti Rugi Kasus Koperasi Swadharma
BNI menyatakan siap memenuhi putusan PN terkait Koperasi Swadharma; porsi ganti rugi sekitar Rp472,62 juta d...