KLH Percepat Sekat Kanal di Riau untuk Cegah Karhutla
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mempercepat pembangunan sekat kanal di Riau untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Menteri Moh Jumhur Hidayat memimpin penguatan tata kelola air di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Pelalawan pada 18 Juni 2026, dengan fokus menjaga muka air gambut agar lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar.
Aksi lapangan dan kolaborasi
Dalam kunjungan ke Pulau Mendol dan Desa Pulau Muda, Jumhur mengajak berbagai pihak memperkuat pengelolaan air gambut. Kolaborasi melibatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, kepolisian, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.
Untuk memperjelas langkah, KLH menerapkan pengendalian debit air melalui sekat kanal sehingga air melimpah ke kawasan gambut yang rawan kering.
"Menjaga tinggi muka air gambut melalui pembangunan sekat kanal menjadi strategi utama untuk meminimalkan risiko kebakaran. Ini menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah membangun sekat-sekat kanal,"
Kebutuhan, capaian, dan data penting
KLH mencatat luas lahan gambut di Indonesia dan status kerusakannya. Kesenjangan antara kebutuhan sekat kanal dan ketersediaan saat ini juga menjadi sorotan.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Total lahan gambut | 13,36 juta hektare |
| Lahan gambut rusak | 3,31 juta hektare |
| Kebutuhan sekat kanal (7 provinsi rawan) | 538.568 unit |
| Sekat kanal tersedia | 45.430 unit |
| Panjang kanal teramankan | 269.284 kilometer |
| Desa target Program DMPG | 2.354 desa |
Strategi teknis: 3R dan water sharing
KLH/BPLH mempercepat pembangunan infrastruktur hidrologi sekaligus memperkuat Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Program ini berbasis pendekatan 3R: rewetting, revegetasi, dan revitalisasi ekonomi.
Pemantauan muka air tanah dan praktik water sharing diterapkan untuk menjaga kelembapan gambut selama kemarau. Upaya ini juga didukung oleh sektor swasta yang menyediakan peralatan dan sumber daya lapangan.
Dukungan swasta dan peran masyarakat
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menegaskan komitmen dukungan perusahaan pada pembangunan sekat kanal, penyediaan peralatan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami sependapat, bahwa upaya pencegahan merupakan kunci utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemda, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,"
Sekelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti, diwakili Marlizar, melaporkan patroli rutin sebagai bagian dari deteksi dini untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran besar.
Penutup: tantangan dan langkah ke depan
Pembangunan sekat kanal menjadi strategi kunci mencegah karhutla di gambut Riau, namun tantangan tetap besar karena kebutuhan infrastruktur jauh melebihi ketersediaan saat ini. Percepatan pembangunan sekat kanal, penguatan DMPG, serta kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk menutup kesenjangan dan menekan risiko kebakaran pada musim kemarau berikutnya.
Berita Terkait
DWP Kemendag Kenalkan Jiwa Wirausaha pada Anak lewat Kidspreneur
DWP Kemendag gelar pelatihan Kidspreneur untuk sekitar 100 siswa SD di Jakarta, perkenalkan kewirausahaan le...
Pemimpin NU Muktamar ke-35 Diminta Dukung Keberlanjutan Prabowo-Gibran
Gus Lilur meminta pemimpin terpilih pada Muktamar NU ke-35 mendukung keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibr...
Menko Muhaimin Percepat Rehab Rekon Pascabencana di Sumatera
Menko Muhaimin percepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatera untuk mempriori...
Pratikno Tekankan Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatra
Pratikno minta percepatan rehab-rekon pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan pengawasan ketat dan ko...
Mentan Percepat Hilirisasi 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat
Mentan laporkan percepatan hilirisasi 870 ribu ha sejak 2025 untuk tambah nilai komoditas dan buka lapangan...
Menko PMK Percepat Rehab Rekon Pascabencana di Sumatera
Menko PMK Pratikno minta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar de...