BGN Awasi Mitra MBG Lewat Virtual Account, Portal Mitra Ditutup
Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan operasional mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan sistem digital, termasuk virtual account dan penutupan akses portal mitra. Kebijakan itu diumumkan di kantor BGN, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026, untuk menghentikan operasional mitra yang tidak memenuhi ketentuan.
Langkah pengawasan digital
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan pengendalian tidak lagi dilakukan dengan inspeksi lapangan satu per satu. Sebaliknya, BGN mengandalkan sistem terpusat yang memonitor dan mengendalikan akses operasional mitra.
"Ada beberapa aplikasi yang digunakan di BGN, ada portal mitra. Kami sudah tutup portal mitranya, artinya tidak ada lagi orang yang bisa mengakses untuk pendaftaran baru. Jadi kami mengawasinya melalui sistem ini,"
Mekanisme penghentian operasional
Salah satu alat utama pengawasan adalah pengelolaan virtual account yang digunakan mitra. BGN menyatakan dapat menghentikan aliran dana top up ke akun tersebut sehingga layanan mitra tidak bisa berjalan.
"Untuk yang tadi, bagaimana caranya supaya mereka virtual account-nya tidak kami kirimin. Jadi supaya memang tidak bisa operasional karena uangnya tidak kami top up,"
Dengan menahan top up, BGN menilai proses pengawasan menjadi lebih efektif karena tidak perlu memeriksa kondisi setiap lokasi secara fisik.
Dampak pada SPPG dan efisiensi pengawasan
Langkah ini terutama berdampak pada SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi), yang bergantung pada top up dana operasional. Tanpa aliran dana, SPPG tidak dapat menjalankan kegiatan pelaksanaan MBG.
"Dengan kita tidak mengirimkan top up di dalam virtual account itu, otomatis SPPG tidak bisa beroperasional. Jadi bukan pengawasan kita yang nanti akan mengecek satu-satu benar atau tidak beroperasi, tetapi dengan sistem yang ada,"
Implikasi dan langkah selanjutnya
Penggunaan sistem digital ini diharapkan mempercepat deteksi pelanggaran prosedur dan penghentian mitra bermasalah. Namun, transformasi pengawasan juga menuntut pemeliharaan sistem, kapasitas teknis mitra, dan mekanisme banding bila mitra dirasa dirugikan.
Ke depan, BGN kemungkinan akan memperluas penggunaan aplikasi pengawasan dan memperketat persyaratan pendaftaran mitra agar program MBG berjalan sesuai tujuan gizi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Yenny Wahid: Kebebasan Harus Bawa Kebahagiaan Bersama
Yenny Wahid mengatakan kebebasan harus menghasilkan kebahagiaan bersama dan tidak boleh merugikan orang lain...
Prabowo Undang Petugas Upacara HUT ke-81 ke Hambalang
Presiden Prabowo mengundang petugas upacara HUT ke-81 ke Hambalang sebagai bentuk apresiasi dan pesan menjag...
Menhub Pastikan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran
Menhub Dudy Purwagandhi pastikan evaluasi menyeluruh keselamatan pelayaran pasca empat kecelakaan, tekan int...
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...