Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Jadi Prioritas Pembangunan
Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa meminta ketahanan ekologi dijadikan prioritas perencanaan pembangunan daerah. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Bimtek Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (5/6/2026). Menurut Diana, penguatan tata ruang, mitigasi bencana, dan perlindungan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, kekeringan, dan dampak perubahan iklim.
Penekanan pada tata ruang dan mitigasi
Diana menilai investasi di sektor lingkungan dan tata ruang memberi manfaat jangka panjang. Ia menyebut biaya pencegahan jauh lebih kecil dibandingkan biaya penanganan pascabencana.
Ia menekankan pentingnya menata ruang wilayah sesuai daya dukung lingkungan. Ruang terbuka hijau, kawasan resapan, dan pengelolaan fungsi lahan harus diperkuat sebagai instrumen mitigasi.
“Persoalan ekologi memiliki dampak jangka panjang. Karena itu yang dibutuhkan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menata tata ruang wilayah dengan baik sehingga daerah memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai risiko di masa depan,”
Dampak nyata: banjir dan ketidakseimbangan pembangunan
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan itu menunjuk banjir di beberapa wilayah Jawa Timur sebagai contoh ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan kapasitas lingkungan. Menurutnya, pendekatan reaktif tidak cukup.
“Ketahanan ekologi sangat penting. Dalam penanganan banjir misalnya, kita tidak bisa hanya fokus ketika bencana sudah terjadi. Yang harus diperkuat adalah langkah-langkah pencegahan melalui tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang baik,”
Paradigma pembangunan: dari reaktif ke preventif
Diana mengapresiasi respons pemerintah dalam penanganan pascabencana. Namun ia mendesak perubahan paradigma menuju kebijakan yang preventif dan terintegrasi.
Menurutnya, kebijakan pembangunan daerah harus menyatukan sektor lingkungan, infrastruktur, dan tata ruang. Integrasi ini bertujuan mengurangi potensi kerugian akibat bencana dan menjaga keberlanjutan layanan publik.
“Upaya mitigasi harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” tegasnya.
Tantangan fiskal dan prioritas anggaran
Diana juga menyoroti keterbatasan fiskal yang dialami banyak pemerintah daerah. Dengan anggaran terbatas, ia mendorong seleksi program berdasar manfaat jangka panjang.
“Kondisi fiskal saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu setiap anggaran yang tersedia harus digunakan untuk program-program prioritas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,”
Harapan ke depan
Diana berharap pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menyusun kebijakan pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan harus diukur bukan hanya dari pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Berita Terkait
Musyawarah Agama 10 Kabupaten Digelar di Magetan
Musyawarah Agama 10 Kabupaten digelar di Pondok Pesantren Al Mutaqin, Magetan, menghadirkan KH. Ubaidillah A...
Harga Sembako di Pasar Munjungan Trenggalek Terpantau Stabil
Harga sembako di Pasar Munjungan, Trenggalek, terpantau stabil pada 4 Juni 2026; kenaikan pada sayur dan bua...
Said Abdullah: Tata Kelola Akuntabel Kunci Keberhasilan Program MBG
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menekankan tata kelola akuntabel wajib untuk memastikan Program Makan Bergiz...
PDI Perjuangan Blitar Raih Apresiasi Publikasi Idul Adha 2026
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar terpilih sebagai salah satu tiga terbaik publikasi Idul Adha 1447 H oleh DPD...
PDIP Jatim Dorong Mitigasi Iklim dan Antisipasi Krisis Air Bersih
PDIP Jatim mendesak mitigasi perubahan iklim dan kesiapan antisipasi krisis air bersih dalam Bimtek Fraksi P...
Infrastruktur Jalan Magetan Dinilai Minim, Ini Titik Prioritas Perbaikan
Satlantas Polres Magetan dan DPRD Jatim memetakan titik rawan yang butuh perbaikan infrastruktur dan keselam...