Politik

Suko Widodo: PDI Perjuangan Jadi Kompas bagi Generasi Muda

Bagikan:
Suko Widodo berbicara di forum Red Talks 2026 di Malang Creative Center

MALANG — Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo, meminta PDI Perjuangan menjadi kompas bagi generasi muda lewat sekolah politik yang mengajarkan working ideology. Pernyataan ini disampaikan pada forum Red Talks 2026 di Malang Creative Center, Sabtu, 25 Juli 2026.

Sekolah politik dan working ideology

Suko menekankan sekolah politik partai harus menerjemahkan ideologi menjadi kebijakan nyata. Ia mengatakan nilai-nilai nasionalisme tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Branding adalah manipulasi terbesar di dunia jika tidak dibarengi dengan realitas. Sebagus apa pun branding-nya, publik harus tetap menggunakan akal sehat.

Menurutnya, kader partai perlu dilatih untuk mengubah ide menjadi program yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

Jangan hanya pencitraan, hadirkan kerja nyata

Suko mengingatkan partai agar tak terjebak pada pencitraan semata. Kepercayaan publik hanya tumbuh melalui kerja nyata dan keterlibatan masyarakat.

PDI Perjuangan harus mampu menjadi kompas bagi anak-anak muda Indonesia hari ini yang mulai kehilangan arah. Sekolah politik PDI Perjuangan harus betul-betul mengajarkan working ideology, agar nilai-nilai nasionalisme tidak berhenti di ruang kelas, melainkan mewujud dalam solusi nyata bagi rakyat.

Ia juga menyoroti perlunya peka terhadap masalah di daerah. Menurutnya, persoalan riil sering kali muncul di kota-kota kecil dan pelosok, bukan semata di Jakarta.

Jangan hanya melihat permasalahan dari kacamata Jakarta. Permasalahan sebenarnya itu ada di Sampang, di Probolinggo, dan pelosok-pelosok daerah lainnya. Di sinilah tugas utama partai politik untuk hadir menyelesaikan persoalan rakyat.

Ruang pengabdian di luar partai

Akademisi Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, menyatakan kontribusi generasi muda tidak selalu harus melalui partai politik. Ia membuka opsi pengabdian di bidang lain.

Anak muda tak harus selalu bergerak dari parpol, tetapi juga bisa dari luar jalur politik formal. Ada banyak bidang kontribusi. Mulai dari kebudayaan, sosial, hingga ekonomi kreatif untuk membangun Indonesia hari ini.

Peserta dan narasumber

Forum Red Talks 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dan peserta dari Malang Raya. Nama-nama yang hadir antara lain Rocky Gerung, Abdel Achrian, Dr. Silvi Asna Prestianawati, Qintharra Ulya Yassifa, serta pimpinan organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

  • Rocky Gerung
  • Abdel Achrian
  • Dr. Silvi Asna Prestianawati
  • Qintharra Ulya Yassifa
  • Pimpinan organisasi mahasiswa dan kepemudaan se-Malang Raya

Diskusi ini menyoroti peran partai politik dalam membentuk kader muda yang progresif. Suko menegaskan, pembangunan kapasitas harus fokus pada penerapan ideologi dalam tindakan nyata di lapangan.

Konteks lebih luasnya, hasil diskusi memberi sinyal bahwa partai politik perlu memperluas metode pembelajaran politik agar dapat menjawab keresahan generasi muda dan persoalan daerah secara konkret.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait