Ganjar Minta Fraksi PDIP Jatim Awasi Penggunaan APBD
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengingatkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur untuk mengawal penggunaan APBD agar tepat sasaran dan tidak bocor. Arahan itu disampaikan saat Bimbingan Teknis Fraksi di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (5/6/2026), yang dihadiri 319 anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi se-Jawa Timur.
Arahan Ganjar soal pengawasan anggaran
Ganjar menekankan fungsi pengawasan anggaran adalah tugas utama legislator. Menurutnya, setiap rupiah harus dipakai untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk program yang tidak bermanfaat.
“Tugas utama kita adalah menjaga APBD. Jangan dikorupsi, jangan boros. Jaga uang rakyat agar tidak boncos dan tidak bocor,”
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal beberapa daerah masih menantang. Oleh karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah perlu menentukan prioritas pembangunan secara tepat dan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Prioritas anggaran: kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan
Ganjar menyoroti pentingnya memfokuskan anggaran pada sektor yang memberi manfaat langsung, terutama saat kemampuan keuangan daerah terbatas. Ia menyebutkan sektor kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam penyusunan dan pengawasan anggaran.
Untuk memastikan efektivitas, Ganjar mengusulkan reprioritisasi program agar alokasi benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi warga.
Sinergi antarlembaga dan perhatian pada pertanian
Selain pengawasan, Ganjar meminta soliditas partai dan penguatan kerja sama antar-instansi pemerintah. Sinergi dinilai perlu untuk mempercepat penuntasan persoalan publik.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyoroti urgensi sektor pertanian. Deni menilai pasokan komoditas perlu ditingkatkan untuk menjawab kenaikan kebutuhan masyarakat.
“Kebutuhan masyarakat sangat tinggi, tetapi pada saat yang sama produksi lokal mengalami penurunan. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat untuk memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan,”
Tujuan Bimtek dan langkah ke depan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menyatakan bahwa bimtek berfungsi sebagai ruang konsolidasi dan tukar gagasan bagi anggota fraksi. Forum ini juga menjadi wadah evaluasi aspirasi masyarakat dari berbagai daerah.
“Segala keresahan yang ada di Jawa Timur kami diskusikan bersama agar kami mampu bersinergi dengan seluruh tingkatan pemerintahan dan daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,”
Acara ini bagian dari upaya peningkatan kapasitas anggota DPRD dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Penekanan akhir dari kegiatan adalah komitmen untuk mengawal penggunaan APBD yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ribuan Warga Sukorejo Gelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo
Ribuan warga Sukorejo menggelar Kirab Budaya dan Haul Eyang Singonoyo pada 25 Juli 2026, menampilkan tumpeng...
Musran Serentak PDI Nganjuk Tetapkan Kuota 40% Perempuan & Pemuda
DPC PDI Perjuangan Nganjuk gelar Musran serentak 25–26 Juli 2026; kepengurusan ranting wajib 40% perempuan d...
Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Generasi Muda
Suko Widodo minta PDI Perjuangan bentuk sekolah politik yang ajarkan working ideology agar nasionalisme jadi...
Suko Widodo: PDI Perjuangan Jadi Kompas bagi Generasi Muda
Suko Widodo minta PDI Perjuangan jadi kompas generasi muda lewat sekolah politik yang mengajarkan working id...
Bantuan Alat Produktif untuk KTH di Blitar Dongkrak Nilai Tambah
Dua KTH di Blitar menerima Alat Ekonomi Produktif untuk meningkatkan nilai tambah pertanian dan kesejahteraa...
Rocky Gerung: Burnout Generasi Muda Butuh Marhaenisme
Rocky Gerung menyebut kegelisahan politik anak muda bukan apatisme melainkan "burnout society", dan mengusul...