Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat Boeing, Pengalihan Sedang Berjalan
Bandara Kertajati di Jawa Barat direncanakan menjadi bengkel pesawat Boeing dan pusat MRO setelah pengalihan pengelolaan dari Pemprov Jabar ke Pemerintah Pusat sedang diproses, kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Proses pengalihan pengelolaan
Mensesneg Prasetyo menjelaskan rencana itu pada Rabu, 22 Juli 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menyebut pengalihan aset dan pengelolaan menjadi langkah awal agar Kertajati bisa difungsikan sebagai bengkel pesawat.
Menurut Prasetyo, langkah administrasi dan hukum terhadap pengalihan pengelolaan masih berjalan. Ia menekankan bahwa semua proyek besar memerlukan proses yang sistematis sebelum implementasi akhir.
"Sedang proses, kan semua butuh proses ya. Karena itu-kan (Bandara Kertajati), juga ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya akan dialihkan ke Pemerintah Pusat,"
Fungsi MRO dan kesiapan operasional
Jika rencana terealisasi, Bandara Kertajati akan berperan sebagai pusat maintenance, repair, dan operation (MRO) untuk pesawat Boeing. Fungsi ini meliputi kegiatan perawatan teknis, perbaikan struktural, dan dukungan operasional armada.
- Maintenance — perawatan rutin dan inspeksi berkala.
- Repair — perbaikan kerusakan struktural atau komponen.
- Operation — dukungan operasional dan logistik untuk armada.
Mensesneg juga menyatakan keyakinan bahwa proses pengalihan dan penataan fungsi MRO dapat diselesaikan sehingga Bandara Kertajati beroperasi sesuai rencana pada tahun 2026.
Dampak bagi aset negara dan perekonomian lokal
Prasetyo mengatakan optimalisasi Kertajati tidak hanya meningkatkan nilai aset negara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan ekosistem industri penerbangan dan lapangan kerja.
"Nah itu bagaimana kita mengoptimalkan aset yang sudah kita bangun itu, bisa memberikan manfaat yang lebih optimal. Termasuk kita meyakini kalau Kertajati nanti bisa kita hidupkan, ekosistem ekonomi masyarakat multiplier effect-nya itu akan pasti secara otomatis dia akan tumbuh,"
Dengan fungsi MRO, Bandara Kertajati berpotensi menarik investasi, supplier komponen, dan penyedia jasa pendukung, yang berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi regional.
Langkah selanjutnya
Proses pengalihan pengelolaan dan persiapan teknis harus berjalan paralel agar fasilitas bengkel pesawat siap beroperasi. Pemerintah pusat diharapkan menyelesaikan aspek regulasi dan infrastruktur sebelum jadwal operasional 2026.
Pemangku kepentingan akan mengikuti perkembangan proses ini untuk memastikan manfaat maksimal dari optimalisasi Bandara Kertajati bagi negara dan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Sumatra Aman
Pertamina Sumbagut memperkuat monitoring dan operasional untuk memastikan pasokan BBM aman di Aceh, Sumatra...
Dishub DKI Siapkan Pelican Crossing Sementara di JPO Tendean
Dishub DKI menargetkan selesai dalam 1–2 minggu pemasangan pelican crossing di lokasi JPO Tendean yang roboh...
Menteri PU: Mutasi ASN ke Daerah Bukan Hukuman
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan mutasi ASN ke daerah bukan hukuman, melainkan bagian dari pembinaan kari...
Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Tata Kelola MBG
Usai dilantik 22 Juli 2026, Kepala BGN Sudaryono prioritaskan pembenahan tata kelola MBG dengan fokus transp...
Wamendikdasmen Tegaskan Penguatan PNFI untuk Ekosistem Pendidikan
Wamendikdasmen menegaskan penguatan PNFI sebagai bagian integral ekosistem pendidikan, sejalan dengan revisi...
RUU Daerah Kepulauan Dorong Ekonomi Biru dan Pendanaan Afirmatif
Pansus DPR dorong RUU Daerah Kepulauan memasukkan ekonomi biru dan pendanaan afirmatif untuk memperkuat pemb...