Lokal

IDAI Sumut Prihatin atas Keracunan Makanan di Karo, Minta Investigasi dan Pemantauan

Bagikan:
Ketua IDAI Sumut dr. Rizky Adriansyah menyampaikan keprihatinan atas keracunan makanan di Karo

MEDAN — Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A, Subsp.Kardio (K), menyatakan prihatin mendalam atas kasus keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Jumat (11/9). Ia menekankan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap program yang menyasar anak-anak.

Prioritaskan keselamatan anak

Rizky mengingatkan bahwa anak bukan sekadar data dalam laporan, melainkan amanah yang merepresentasikan masa depan bangsa. Ia menyerukan agar prinsip keselamatan anak ditempatkan di atas segalanya saat merancang dan menjalankan program pangan bagi anak.

“Anak-anak bukan angka dalam laporan. Mereka adalah amanah dan wajah masa depan bangsa. Karena itu, setiap program yang menyasar anak harus diletakkan di atas prinsip paling dasar: keselamatan anak adalah yang utama dan tidak boleh ditawar,”

Permintaan investigasi dan keterbukaan

IDAI Sumut menilai penanganan insiden tidak cukup hanya dengan tindakan administratif. Organisasi ini menuntut investigasi yang jujur, keterbukaan informasi terkait penyebab keracunan, serta komunikasi yang manusiawi kepada keluarga korban.

Pemantauan kesehatan berkelanjutan

Selain penanganan akut, IDAI mendorong pemantauan kesehatan lanjutan bagi seluruh anak terdampak, termasuk evaluasi setelah gejala awal mereda. Orang tua berhak menerima penjelasan medis yang jelas dan mudah dipahami mengenai kondisi anak mereka.

Evaluasi menyeluruh sistem keamanan pangan

Organisasi dokter anak itu meminta pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, serta fasilitas kesehatan dan pihak terkait melakukan evaluasi serius terhadap sistem keamanan pangan. Fokus evaluasi meliputi:

  • Pengawasan bahan baku
  • Kebersihan dapur dan standar operasional
  • Rantai distribusi makanan
  • Protokol respons cepat saat kejadian luar biasa

IDAI menekankan bahwa perbaikan prosedur dan sistem harus konkret agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi antarlembaga dan transparansi publik dianggap kunci dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Rizky menutup pernyataannya dengan menegaskan hak anak atas makanan yang tidak hanya bergizi tetapi juga aman. Pernyataan ini memberi tekanan pada pemerintah dan pelaksana program agar segera memperbaiki standar keamanan pangan bagi anak-anak di Karo dan daerah lain.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait