Lokal

Penumpang Ditangkap di Bandara Kualanamu, Sabu 398,2 Gram Disita

Bagikan:
Ilustrasi petugas menyita narkoba di bandara saat penindakan

MEDAN – Direktorat Narkoba Polda Sumut menangkap seorang penumpang pesawat dan menyita 398,2 gram sabu di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Jumat (11/9). Tersangka berinisial RS (24) berasal dari Kabupaten Aceh Utara. Penangkapan dilakukan setelah adanya informasi dari petugas Avsec Bandara Kualanamu.

Penangkapan dan barang bukti

Menurut Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, petugas menerima laporan mengenai calon penumpang yang mencurigakan. Tim kemudian menuju lokasi dan memeriksa yang bersangkutan.

Setelah menerima laporan itu personel langsung menuju bandara kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pelaku RS didapat barang bukti sabu di sepatu miliknya.

Pemeriksaan menemukan barang haram itu disembunyikan di dalam sepatu. Sabu seberat 398,2 gram kemudian diamankan sebagai barang bukti. RS langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Motif dan rencana pengiriman

Pengungkapan awal menyebutkan RS berniat berangkat dari Kualanamu menuju Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku memperoleh barang dari seseorang berinisial M.

Kepada penyidik pelaku ini mengakui diimingi memperoleh upah sebesar Rp5 juta apabila berhasil mengantarkan barang bukti sabu ke Lombok.

Informasi tersebut menguatkan indikasi jaringan peredaran narkoba yang memanfaatkan moda transportasi udara. Polisi masih mendalami peran M dan jaringan lainnya.

Dampak dan langkah penegakan

Penangkapan ini menegaskan peran petugas Avsec dan kerja cepat Dit Narkoba Polda Sumut dalam menekan peredaran narkoba melalui bandara. Barang bukti dan tersangka telah diamankan untuk proses hukum.

Proses penyidikan akan meliputi pemeriksaan tersangka, pelacakan jaringan pemasok, dan koordinasi antarinstansi terkait. Penegak hukum memperingatkan agar masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas serupa karena ancaman pidana berat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait