Lokal

Maulid di Lapas Tebingtinggi Dijadikan Pembinaan Spiritual

Bagikan:
Suasana peringatan Maulid Nabi di Lapas Kelas IIB Tebingtinggi dengan warga binaan dan petugas

Tebingtinggi, 10 September — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Kelas IIB Tebingtinggi pada Kamis (10/9) dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan spiritual bagi warga binaan. Kegiatan ini diadakan untuk memperkuat iman, mendorong introspeksi, dan menyiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, diikuti petugas lapas dan unsur instansi terkait.

Rangkaian acara dan peserta

Acara berlangsung khidmat dan tertib. Jajaran petugas lapas serta warga binaan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Selain itu, sejumlah pejabat dan instansi hadir untuk memberi dukungan.

  • Azanul Akbar Lubis mewakili Wali Kota Tebingtinggi
  • Kalapas Kelas IIB Tebingtinggi Bahtiar Sembiring
  • Perwakilan kepolisian, kejaksaan, pengadilan
  • Perwakilan Kementerian Agama, BNN, TNI, Brimob, dan instansi lainnya

Pesan pembinaan dari pimpinan lapas

Kalapas Bahtiar Sembiring menegaskan bahwa kegiatan keagamaan menjadi bagian integral dari proses pembinaan kepribadian warga binaan. Ia mendorong agar momentum keagamaan dimanfaatkan untuk membangun kekuatan mental dan spiritual selama masa pembinaan.

"Kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan dan menjadi bagian dari proses pembinaan, sehingga nantinya mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,"

Tausiyah dan pesan moral

Dalam tausiyahnya, Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima mengajak seluruh warga binaan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan. Ia mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri; masa pembinaan tidak semata sebagai hukuman, melainkan kesempatan untuk introspeksi dan perubahan.

Ustad Mulkan juga menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu dan menjadikan ibadah rutin sebagai bagian dari proses perubahan diri. Pesan ini menjadi pengingat bagi warga binaan bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan.

Penutupan dan harapan ke depan

Rangkaian peringatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan mental dan spiritual yang lebih baik.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait