DPR: Kepala BGN Tak Cukup Hanya Pandai Berkomunikasi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh (Ninik), menegaskan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) harus mampu menangani persoalan teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar pandai berkomunikasi. Pernyataan itu disampaikan menanggapi pergantian pucuk pimpinan BGN yang diumumkan awal Juni 2026 di Istana Negara.
Alasan DPR soal kapasitas kepemimpinan BGN
Nihayatul menyatakan tantangan di BGN bersifat luas dan kompleks karena menangani program nasional dengan anggaran besar. Oleh karena itu, menurutnya, kepala lembaga harus memiliki kemampuan mengelola seluruh aspek pelaksanaan, tata kelola, dan pengawasan.
"BGN kan mencakup banyak urusan. Kalau setiap urusan harus dimaknai sebagai hal krusial dan harus menjadi kepala, bisa-bisa kepala BGN banyak,"
Ia menambahkan bahwa persoalan di BGN tidak bisa disederhanakan hanya pada aspek komunikasi publik. Kepemimpinan yang efektif, menurutnya, harus mampu menyelesaikan masalah teknis di lapangan.
"Yang jelas kepala BGN harus bisa meng-handle BGN dengan berbagai persoalannya. Bukan hanya komunikasi,"
Kepemimpinan baru: siapa Nanik Sudaryati Deyang?
Presiden mengganti pimpinan BGN dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Pengumuman resmi disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa, 2 Juni 2026, di Istana Negara.
"Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Saudari Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru,"
Sebelum diangkat, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN bidang komunikasi publik dan investigasi sejak September 2025. Karier profesionalnya dimulai dari dunia jurnalisme dan kemudian menempati sejumlah posisi manajerial di perusahaan media nasional.
- Awal karier sebagai wartawan Tabloid Bangkit
- Posisi manajerial di beberapa perusahaan media nasional
- Wakil Kepala BGN bidang komunikasi publik dan investigasi (sejak Sep 2025)
Tantangan Program MBG dan harapan DPR
Nihayatul menilai evaluasi pelaksanaan MBG harus berjalan serius. Ia menyebut perhatian Presiden terhadap program ini wajar, mengingat skala dan anggaran yang besar sejak awal peluncuran.
Komisi IX berharap kepemimpinan baru dapat memperbaiki sejumlah masalah teknis di lapangan. Fokus yang diminta meliputi perbaikan tata kelola, penguatan pengawasan, dan implementasi program secara akuntabel serta transparan.
Ke depan, DPR akan terus memantau pelaksanaan MBG dan menuntut laporan berkala dari BGN untuk memastikan program memenuhi target gizi dan manfaat untuk masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenhub Optimalkan Fungsi Terminal untuk Tingkatkan Layanan Umum
Kemenhub mendorong optimalisasi terminal untuk tingkatkan layanan angkutan umum dan pemanfaatan aset, disamp...
Pemkot Selidiki Kematian Harimau Putih Anggun di Semarang Zoo
Pemkot Semarang menyelidiki kematian harimau putih Anggun di Semarang Zoo, menyusul dugaan kesalahan prosedu...
Putri Ariani Meriahkan HAN 2026, KOWANI Tekankan Inklusivitas
Putri Ariani tampil di HAN 2026; KOWANI menyatakan penampilan itu menguatkan inklusivitas dan hak anak untuk...
Komisi VII DPR Dorong Perluasan Pembiayaan untuk Ekonomi Kreatif
Komisi VII DPR mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk penambahan kuota d...
Kekerasan Digital terhadap Anak Meningkat, Save the Children Serukan Kolaborasi
Save the Children melaporkan kenaikan kekerasan digital pada anak dan mendorong kolaborasi pemerintah, kelua...
Bappenas Tetapkan Perlindungan Anak Digital sebagai Prioritas Nasional
Bappenas menetapkan perlindungan anak di ruang digital sebagai prioritas nasional, diintegrasikan ke RPJPN,...