Komisi IX Minta Kepala BGN Baru Langsung Tancap Gas
Komisi IX DPR meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Naniek S Deyang, segera melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa jeda. Permintaan itu disampaikan untuk memastikan pergantian kepemimpinan tidak mengganggu program prioritas pemerintah.
Harapan Komisi IX pada kepemimpinan baru
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, menyatakan keyakinan bahwa Naniek bukan figur baru di BGN. Menurut Nihayatul, pengalaman Naniek di lingkungan BGN akan mempercepat proses adaptasi dan eksekusi program.
"Bu Nanik bukan orang baru di BGN, jadi saya yakin beliau sudah tahu seluk beluk di badan ini. Tinggal adaptasi sedikit dalam hal strukturalnya saja dan langsung bisa tancap gas,"
Pernyataan itu disampaikan melalui pesan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026. Nihayatul menegaskan pergantian pimpinan harus menjaga kesinambungan pelaksanaan MBG.
Fokus Program MBG
Komisi IX menekankan dua tujuan utama MBG yang harus dipertahankan. Pertama, meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Kedua, memperkuat pemerataan ekonomi lokal dengan melibatkan sektor pangan daerah.
- Peningkatan kualitas gizi generasi muda.
- Penguatan ekonomi masyarakat lewat keterlibatan pangan lokal.
Karena itu, tata kelola dan disiplin pelaksanaan program menjadi sorotan utama agar bantuan tepat sasaran dan berkualitas.
Alasan pergantian pimpinan
Presiden menunjuk Naniek S Deyang menggantikan Dadan Hindayana. Selain itu, dua wakil kepala BGN juga dicopot, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Pergantian ini diumumkan di Kantor Presiden pada 2 Juni 2026.
"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi. Dari situ, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini,"
— Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, 2 Juni 2026.
Prasetyo menyebut beberapa catatan evaluasi terkait kedisiplinan penerapan Standar Operasional Prosedur, tata kelola, dan menjaga kualitas makanan sebagai dasar perubahan pimpinan.
Agenda tindak lanjut
Komisi IX berencana segera menggelar rapat kerja dengan pimpinan baru BGN. Rapat ini bertujuan memastikan proses transisi berjalan baik dan pengawasan terhadap MBG tetap ketat.
Dengan jadwal kerja yang cepat, diharapkan implementasi MBG tidak terganggu dan sasaran gizi anak serta pemberdayaan ekonomi lokal tetap tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...