Nasional

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tapanuli Tengah

Bagikan:
Petugas menyalurkan paket logistik bantuan di Desa Sipange, Tapanuli Tengah

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik ke Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyusul banjir yang terjadi Sabtu, 18 Juli 2026. Pengiriman dilakukan dari Gudang Sentra Insyaf Medan ke Dinas Sosial setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 300 jiwa terdampak.

Penyaluran bantuan dan isi paket

Bantuan tiba setelah hujan lebat menyebabkan Sungai Aek Si Laga-laga meluap dan merendam permukiman warga pada pukul 15.30 WIB. Pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi logistik ke titik terdampak.

Menurut keterangan resmi, paket yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan darurat. Rinciannya disusun untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anak.

  • 350 paket lauk pauk siap saji
  • 160 paket kidsware
  • 200 paket family kit
  • 150 lembar kasur
  • 200 lembar selimut
  • 100 lembar tenda gulung
  • 17 unit tenda gulung portabel

"Barang dikirim dari Gudang Sentra Insyaf Medan. Ditujukan ke Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Data dampak dan koordinasi

Berdasarkan data sementara, banjir menimpa sekitar 300 jiwa. Angka ini masih bersifat sementara karena tim di lapangan terus melakukan pendataan rumah per rumah.

Kemensos menyatakan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau kelompok paling rentan.

Dapur umum dan langkah tanggap darurat

Pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum lapangan di Aula Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sipange. Dapur ini didanai melalui APBD Kabupaten Tapanuli Tengah dan mampu memproduksi sekitar 300 porsi makanan setiap hari bagi warga terdampak.

"Upaya yang telah dilakukan adalah evakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Dan asesmen menyeluruh di setiap lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak dan kebutuhan mendesak," ujar Gus Ipul.

Kondisi terkini dan pemulihan

Hingga laporan terakhir, air dilaporkan telah mulai surut. Warga perlahan kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan pascabanjir.

Pihak terkait terus memantau kondisi di lapangan untuk menilai kebutuhan lanjutan, termasuk perbaikan rumah terdampak dan kesiapan fasilitas umum.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait