Kemenkop Dorong Industri Kreatif Bentuk Koperasi
Kementerian Koperasi mendorong pelaku industri kreatif di Indonesia untuk membentuk badan hukum koperasi sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha dan meningkatkan daya saing. Pernyataan itu disampaikan pada pembukaan Pro AVL Expo 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.
Dorongan resmi dari Kemenkop
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi RI, Henny Navilah, menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan pameran dan melihat kesempatan bagi pelaku kreatif untuk berorganisasi secara hukum. Ia menilai kegiatan seperti Pro AVL Expo 2026 menjadi wadah penting bagi pengembangan industri kreatif dan teknologi.
“Kami mengapresiasi Krista Exhibitions yang selama ini sukses menyelenggarakan berbagai pameran, termasuk Pro AVL Expo 2026. Industri kreatif di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang,”
Dukungan pembentukan koperasi
Kemenkop mendorong agar komunitas dan pelaku industri kreatif membangun kelembagaan usaha berbasis koperasi. Tujuannya agar pelaku usaha memperoleh fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Henny mengatakan Kemenkop siap membantu proses legalitas hingga pengembangan kelembagaan bagi yang ingin beralih ke model koperasi.
“Harapannya, berbagai inisiatif yang lahir dari Pro AVL Expo dapat terus berkembang dan ke depan memiliki badan hukum koperasi. Kementerian Koperasi siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar ekosistem industri kreatif semakin kuat,”
Bentuk dukungan yang disiapkan
Menurut pernyataan Kemenkop, bantuan yang ditawarkan mencakup aspek legalitas dan pengembangan kapasitas kelembagaan. Dukungan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pendirian serta meningkatkan tata kelola usaha.
- Pendampingan pembuatan akta dan pendaftaran badan hukum.
- Pembinaan tata kelola dan manajemen koperasi.
- Bantuan akses ke jaringan pasar dan pembiayaan saat diperlukan.
Dampak dan prospek
Jika diadopsi luas, model koperasi dapat memberi keuntungan kolektif seperti skala ekonomi dan akses pasar yang lebih baik. Transfer inisiatif pameran menjadi badan hukum juga berpotensi menciptakan stabilitas usaha bagi pelaku kreatif.
Langkah Kemenkop ini menempatkan koperasi sebagai alternatif struktur hukum yang layak dipertimbangkan oleh komunitas kreatif. Ke depan, efektivitas dukungan akan terlihat dari berapa banyak inisiatif pameran dan komunitas yang benar-benar membentuk koperasi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...