IHSG Turun ke 6.130,58, Investor Cermati Transisi Gubernur BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Selasa, 28 Juli 2026 di level 6.130,58, turun 55,195 poin atau 0,89 persen. Pelemahan dipicu oleh kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan sentimen global terkait ekspektasi suku bunga Amerika Serikat.
Kinerja pasar hari ini
IHSG dibuka di 6.175,20 dan sempat menyentuh titik tertinggi 6.199,44 sebelum berbalik turun ke posisi terendah 6.130,58 saat penutupan. Pergerakan itu mencerminkan tekanan jual yang dominan sepanjang sesi.
Sebanyak 265 saham menguat, 360 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,859 triliun dengan volume perdagangan 25,418 miliar saham.
Pasar cermati pengunduran diri Gubernur BI
Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada menyebut pengumuman yang bersifat mendadak memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar dan meningkatkan kehati-hatian investor tentang arah kebijakan moneter ke depan.
"Pengunduran diri ini dilakukan tiba-tiba sehingga menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di pasar. Kalau market sudah dicampuri urusan politik, itu yang agak repot,"
Namun, menurut Reza, kabar itu bukan satu-satunya faktor. Sentimen global, terutama ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga AS, turut membayangi pergerakan pasar domestik.
Sektor paling sensitif dan rekomendasi
Sektor perbankan disebut paling rentan terhadap isu kepemimpinan bank sentral. Selain itu, emiten infrastruktur dan konsumsi berpotensi terdampak jika tekanan pada nilai tukar rupiah berlanjut.
Reza menekankan pentingnya memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan normal dan komunikasi yang jelas dari otoritas untuk meredam spekulasi pasar.
"Pastikan pergantian ini merupakan proses yang biasa dan jangan menimbulkan spekulasi. BI juga perlu segera merumuskan langkah menjaga stabilitas rupiah,"
Prospek dan penutup
Kepastian arah kebijakan Bank Indonesia menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor. Komunikasi kebijakan yang konsisten dan langkah menjaga stabilitas rupiah dinilai penting untuk menahan volatilitas pasar ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...