Rupiah Melemah 0,41% ke Rp18.083, Pasar Cermati Transisi BI
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah turun 0,41 persen atau 76 poin ke posisi Rp18.083 per dolar AS. Pelemahan dipicu kombinasi tekanan domestik dan faktor eksternal.
Pergerakan pasar dan faktor pemicu
Pelaku pasar menilai transisi kepemimpinan di Bank Indonesia sebagai faktor utama peningkatan ketidakpastian. Selain itu, derasnya arus keluar dana asing dan tren kenaikan suku bunga global menambah tekanan pada rupiah.
Dari sisi eksternal, konflik di Timur Tengah mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kelompok Houthi di Yaman yang masih memblokade Selat Bab el-Mandeb turut memperburuk sentimen pasar.
Transisi Bank Indonesia dan respons pasar
Pengunduran diri Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat gubernur sementara menjadi sorotan. Penunjukan ini memberikan sedikit optimisme terkait komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
"Namun, penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat gubernur BI sementara memberi optimisme pasar. Utamanya komitmen bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan," ujar Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang.
Ibrahim menambahkan pasar kini menunggu penunjukan gubernur BI definitif. Harapannya, proses transisi berjalan lancar agar kredibilitas dan independensi bank sentral tetap terjaga.
"Sehingga dapat menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral. Utamanya dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Ibrahim.
Rating dan prospek kebijakan
Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai pengunduran diri gubernur BI tidak berimbas langsung pada sovereign rating Indonesia. Namun, langkah ini berpotensi menambah risiko terkait prospek kebijakan negara bila transisi tidak berjalan mulus.
Dinamika kebijakan The Fed dan kalender ekonomi
Pasar juga mengamati kebijakan moneter Amerika Serikat. Perangkat CME FedWatch memperkirakan probabilitas sekitar 62 persen bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang diumumkan Rabu, 29 Juli 2026.
"Perangkat CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 62 persen untuk skenario tersebut. Namun, prospek kebijakan moneter cenderung fluktuatif bulan ini di tengah situasi yang dinamis di Timur Tengah," ujar Ibrahim.
Ketua the Fed, Kevin Warsh, disebut telah meluncurkan tinjauan operasional dengan menunjuk lima gugus tugas. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi dan kerangka kerja inflasi.
Pelaku pasar akan memperhatikan data ekonomi AS pekan ini, antara lain:
- Data pertumbuhan ekonomi (GDP) kuartal II 2026
- Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juni sebagai indikator inflasi acuan
Dengan kombinasi risiko domestik dan eksternal ini, pasar menunggu kelanjutan penunjukan gubernur BI dan keluarnya data ekonomi utama sebagai penentu arah rupiah dalam beberapa pekan mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
DPR: Gubernur BI Definitif Wajib Jaga Independensi Bank Sentral
DPR minta calon Gubernur BI definitif menjaga independensi sesuai UU untuk memastikan kebijakan moneter obje...
DPR: Gubernur BI Definitif Harus Jaga Independensi
DPR menegaskan Gubernur BI definitif harus menjaga independensi untuk memastikan kebijakan moneter objektif...
BI Minta Pelaku Pasar Tak Panik Usai Perry Mundur
Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak panik setelah Perry Warjiyo mundur...
IHSG Melemah di Jeda Siang ke 6.183,16 pada 28 Juli 2026
IHSG melemah 0,04% ke level 6.183,16 pada jeda siang 28 Juli 2026; sentimen dipengaruhi harga minyak, keputu...
Harga Emas Galeri24 & UBS Turun Rp16.000 per Gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp16.000 per gram pada 28 Juli 2026; simak daftar harga per u...
Gubernur BI Baru Wajib Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Pasar
Arief Poyuono menilai Gubernur BI baru harus menjaga kesinambungan kebijakan, independensi, dan kepercayaan...