Kemenekraf Dorong Pemberdayaan Warga Binaan Lewat Industri Kreatif
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong kerja sama dengan Kementerian Imipas untuk memberdayakan warga binaan melalui berbagai subsektor ekonomi kreatif. Inisiatif itu diumumkan usai pertemuan antara Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dan Menteri Imipas Agus Andrianto di kantor Kementerian Imipas, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Tujuannya adalah memberi bekal keterampilan agar warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat.
Rencana kolaborasi dan fokus subsektor
Riefky menyatakan Kemenekraf menawarkan pelatihan yang menyentuh bidang musik, film, dan konten digital. Pendekatan itu dianggap relevan karena subsektor ini mudah diakses dan memiliki jalur monetisasi lewat platform digital. Dengan demikian, warga binaan berpeluang mengembangkan usaha kreatif setelah masa pembinaan selesai.
"Kami juga ingin berkolaborasi terhadap warga binaan lapas. Karena kita tahu di warga binaan itu ada kegiatan-kegiatan yang membantu mereka ketika kembali ke masyarakat. Mungkin nanti kita bisa kolaborasi yang kaitannya dengan musik, film, dan berbagai sektor lainnya," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.
Contoh program: pelatihan di Merauke
Sebelumnya, Kemenekraf telah melaksanakan pelatihan di Merauke yang mengajarkan pembuatan video klip dan pengembangan karya kreatif berbasis digital. Pelatihan itu juga menekankan strategi monetisasi konten agar karya peserta bisa memperoleh penghasilan di platform online.
Riefky menjelaskan, materi yang diajarkan meliputi produksi video, pengelolaan grup vokal, serta cara memonetisasi karya agar dapat tampil di YouTube atau masuk ke layanan streaming seperti Spotify. Pendekatan praktis ini ditujukan untuk meningkatkan peluang ekonomi bagi warga binaan.
Sinergi antarkementerian jelang konferensi internasional
Selain aspek pemberdayaan, pertemuan itu juga membahas persiapan Indonesia sebagai tuan rumah World Conference on Creative Economy 2026. Riefky menilai koordinasi lintas kementerian penting untuk memastikan kenyamanan delegasi internasional dan kelancaran acara.
"Nanti tentu akan banyak tamu-tamu kita. Kaitannya dengan visa dan dukungan lainnya, kita perlu berkoordinasi sejak awal sehingga tamu-tamu tersebut bisa merasa nyaman hadir ke Indonesia dan kembali ke negaranya," ujar Riefky.
Dampak yang diharapkan
Dengan sinergi antarlembaga, Kemenekraf berharap tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. Program kolaboratif ini diharapkan tak hanya mendukung kelancaran konferensi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan dan pemulihan sosial-ekonomi mereka.
Ke depan, pihak kementerian menargetkan pengembangan program yang berkelanjutan dan replikasi pelatihan di wilayah lain untuk memperluas dampak pemberdayaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...