Nasional

Komisi VII Dorong RRI Perkuat Transformasi Digital

Bagikan:
Rapat Komisi VII DPR dengan LPP RRI membahas transformasi digital dan anggaran 2026

Komisi VII DPR mendorong LPP RRI memperkuat transformasi digital sebagai respons terhadap perubahan pola konsumsi media. Dorongan itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat dengan LPP RRI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Dorongan untuk digitalisasi RRI

Wakil Ketua Komisi VII Evita Nursanty menilai RRI harus cepat beradaptasi agar mampu menjangkau lebih banyak pendengar. Ia menyoroti minimnya fokus anggaran untuk transformasi digital dalam pagu yang diajukan.

“Saya enggak melihat ya di anggaran 1T yang Bapak punya, itu focusing on transformasi digital Pak, enggak ada. Karena kan kita tahu ya bahwa radio konvensional ini, sekarang ini kita sedang menghadapi tantangan,”

Evita menegaskan pentingnya alokasi khusus untuk pengembangan platform digital. Menurutnya, langkah ini krusial agar RRI tetap relevan di era konsumsi konten daring.

Perubahan pola konsumsi generasi muda

Komisi VII menyorot perilaku audiens muda yang beralih ke layanan streaming dan konten on-demand. Hal ini disebut sebagai tantangan utama bagi penyiaran publik tradisional.

“Anak-anak muda enggak ada tuh yang dengar radio. Dengarnya Spotify, Podcast, Youtube,”

Dengan kondisi tersebut, anggota dewan berharap RRI menambah konten digital dan memanfaatkan platform multiplatform. Tujuannya agar jangkauan dan relevansi RRI meningkat, terutama di segmen usia produktif.

Anggaran RRI dan respons manajemen

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menjelaskan pagu anggaran 2026 mengalami penyesuaian karena kebijakan efisiensi APBN. Meski berkurang, RRI berkomitmen memprioritaskan program yang berdampak langsung pada layanan publik.

“Pagu tertinggi kami capai di tahun 2021, itu sebesar Rp1,4 triliun. Namun pada saat itu pelaksanaan anggaran terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19,”

Hendrasmo menyampaikan pagu anggaran RRI tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp997,71 miliar. Menurutnya, RRI akan mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk program prioritas.

“Tahun 2026, pagu kami turun menjadi Rp997,71 miliar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi APBN sesuai arahan Presiden. Kami menyikapi ini dengan optimalisasi program prioritas, penguatan efektivitas setiap rupiah yang kami gunakan,”

Implikasi dan langkah ke depan

Penyesuaian anggaran menuntut RRI mencari efisiensi sambil mempercepat digitalisasi. Komisi VII berharap ada rencana strategis dan alokasi yang jelas untuk transformasi digital dalam anggaran berikutnya.

Ke depan, fokus pada pengembangan podcast, aplikasi streaming, dan konten multiplatform menjadi salah satu solusi yang dapat meningkatkan daya saing RRI. Langkah ini juga dinilai perlu untuk menjaring pendengar muda dan menjaga fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait