Kemendag Perkuat Campuspreneur untuk Dorong Wirausaha Kampus Ekspor
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor. Inisiatif ini dilaksanakan sepanjang Semester I 2026 melalui sinergi dengan perguruan tinggi, kurasi produk, penguatan kapasitas, dan fasilitasi akses pasar domestik maupun internasional.
Langkah awal dan perluasan kerja sama
Pada Triwulan I 2026, Kemendag membangun fondasi kerja sama dengan perguruan tinggi berupa pembahasan kesepakatan, perjanjian kerja sama, dan rencana aksi implementasi. Memasuki Triwulan II, langkah tersebut diperkuat dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang perdagangan dan Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor.
Peluncuran dan kegiatan kampus
Program Campuspreneur resmi diluncurkan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 2 April 2026. Bersamaan dengan peluncuran, Kemendag menggelar Campuspreneur Expo pada 1-2 April 2026 di Auditorium UNS yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan perguruan tinggi.
Kurasi produk dan akses pasar domestik
Untuk memperluas pasar domestik, Kemendag menggandeng Aprindo dan Hippindo dalam kurasi produk UMKM binaan kampus. Kurasi menilai kualitas produk, desain kemasan, konsistensi produksi, dan kesiapan distribusi agar memenuhi syarat masuk jaringan ritel modern.
- Hasil kurasi menghasilkan 23 Letter of Intent (LoI) pada Semester I 2026.
- Distribusi LoI: 15 di UNS dan 8 di IPB University.
Fasilitasi ekspor dan penguatan kapasitas
Kemendag memfasilitasi sesi pitching dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk membuka peluang ekspor. Selain itu, diselenggarakan diskusi panel, coaching clinic, dan meja konsultasi di kampus mitra. Materi meliputi penguatan merek, kemasan produk, perizinan usaha, pemasaran digital, dan standar perdagangan internasional.
Capaian konkret dan nilai ekonomi
Salah satu capaian penting pada Semester I 2026 adalah pelepasan ekspor produk UMKM binaan IPB University pada 12 Juni 2026. Produk pinang diekspor ke Bangladesh dan Maladewa dengan nilai transaksi mencapai Rp2,2 miliar.
“Capaian tersebut mendukung Campuspreneur untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda. Sekaligus menghasilkan transaksi ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Budi Santoso.
Budi Santoso juga menilai perkembangan program positif. Ia menyatakan bahwa sinergi dengan berbagai kampus membuka potensi pengembangan produk untuk pasar lokal hingga global.
Ke depan, Kemendag berencana melanjutkan kurasi dan perluasan jaringan ritel serta memperkuat akses pasar luar negeri untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor produk kampus. Langkah ini diharapkan mendorong ekosistem kewirausahaan kampus yang lebih berkelanjutan dan berorientasi ekspor.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...