Hanura: Menkeu Suahasil Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah
Partai Hanura meminta Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, memperkuat kemandirian fiskal daerah menyusul keluhan kepala daerah soal pemangkasan transfer dan dana bagi hasil. Pernyataan itu disampaikan saat konsolidasi Task Force Hanura di Yogyakarta, Senin malam, 14 September 2026.
Keluhan daerah dan dampak pemangkasan anggaran
Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella mengatakan banyak bupati, wali kota, dan gubernur telah melaporkan tekanan keuangan akibat pengurangan transfer. Akibatnya, sejumlah daerah kesulitan membayar gaji pegawai dan menghentikan program pembangunan.
Contoh nyata datang dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Anggota DPRD setempat dari Hanura, Edmundus Yakobus Manek, menyatakan pemangkasan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) mencapai sekitar Rp104 miliar.
“Seluruh program infrastruktur tidak jalan,”
Menurut Edmundus, pembatasan dana membuat sebagian besar anggaran daerah tersedot untuk belanja pegawai, sehingga tenaga lokal kehilangan kesempatan kerja dan kegiatan ekonomi setempat melemah.
Harapan Hanura kepada Menteri Keuangan baru
Rio meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan kondisi riil daerah sebelum menerapkan penyesuaian anggaran transfer. Ia menilai kebijakan fiskal perlu lebih arif agar daerah tetap mampu melanjutkan pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.
“Harapan kita Bapak Menteri Keuangan baru mendengar jeritan para bupati, wali kota, dan gubernur soal dana bagi hasil. Kami, meyakini Suahasil Nazara dapat mengambil kebijakan yang lebih arif dan bijak terhadap kebutuhan daerah,”
Rio juga mendorong agar ruang fiskal bagi pemerintah daerah diperbesar untuk memberi fleksibilitas pembiayaan pembangunan.
Contoh kebijakan dan langkah lanjutan
Rio menyinggung proposal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengusulkan penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu upaya membiayai proyek infrastruktur. Menurutnya, opsi fiskal seperti itu perlu mendapat perhatian dan regulasi yang mendukung.
Selain itu, Hanura mendorong anggota DPRD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk mulai mengangkat isu-isu transfer dan dana bagi hasil dalam agenda pembahasan anggaran.
“Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota harus mulai membahas isu-isu ini,”
Konteks pelantikan dan prospek kebijakan
Suahasil Nazara resmi dilantik oleh Presiden pada 14 September 2026 menggantikan pejabat sebelumnya. Sebelum jabatan baru ini, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 21 Oktober 2024.
Dengan perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan, daerah berharap kebijakan fiskal yang lebih responsif terhadap kondisi fiskal lokal. Penyesuaian itu dinilai penting untuk menjaga kelanjutan layanan publik, upah pegawai, dan program pembangunan di seluruh daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Qodari Yakin Suahasil Bisa Jaga Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi
Muhammad Qodari optimistis Suahasil Nazara mampu menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi setelah dilantik...
DJKI Sesuaikan Pemeriksaan Paten Terkait Putusan MK
DJKI menyesuaikan pemeriksaan dan banding paten pasca putusan MK pada 15 September 2026 untuk memperkuat kep...
Pemerintah Perbaiki Data Sosial dengan DTSEN, 4,33 Juta KPM
Pemerintah perbarui DTSEN untuk perbaiki penyaluran bansos; 4,33 juta KPM baru tercatat dan warga yang sebel...
Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan
Kementan memastikan stok beras nasional aman untuk 10 bulan, didukung standing crop, cadangan rumah tangga-h...
Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI untuk Perkuat Koordinasi
Kapolda Metro Jaya dan pimpinan DPRD DKI bertemu 15 Sept 2026 untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam...
Semeru Level 3 Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam
Gunung Semeru erupsi 15 Sept; status tetap Level 3 Siaga. BPBD Lumajang siagakan petugas, siapkan pengungsia...