Kecelakaan Truk Tangki LPG di Tol Jagorawi, Ini Penjelasan Pertamina
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjelaskan kecelakaan truk tangki LPG yang terjadi di ruas Tol Cililitan-Jagorawi, tepatnya di flyover Interchange Cawang arah Bogor, pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 08.20 WIB. Pertamina memastikan tidak ada korban jiwa dan langkah penanganan muatan serta keselamatan segera dilakukan.
Kronologi kejadian
Mobil tangki berangkat dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPPBE Cikembar, Sukabumi, setelah mengisi muatan. Dalam perjalanan, kendaraan mengalami gangguan kendali dan menabrak pembatas beton serta mengenai kendaraan lain di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, penyebab awal kecelakaan adalah microsleep pengemudi saat melaju dari arah Tanjung Priok menuju Bogor.
"Setiba di TKP KM 1+400 A, mengalami microsleep mengakibatkan kendaraan truck menabrak beton barrier,"
Penanganan muatan dan keselamatan
Pertamina segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian melalui Integrated Terminal Jakarta untuk mengamankan lokasi dan menangani muatan LPG yang masih berada di dalam mobil tangki. Perusahaan menyatakan langkah pengamanan dilakukan untuk menghindari risiko lebih lanjut.
"Untuk menjaga aspek keselamatan, produk LPG yang berada di dalam mobil tangki akan dilakukan penarikan. Dan pengamanan terlebih dahulu menggunakan head truck pengganti yang sudah berada di lokasi,"
Proses transfer muatan menggunakan head truck pengganti dilakukan di lokasi sebagai tindakan pencegahan. Selain itu, area insiden diamankan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan potensi bahaya.
Pemeriksaan awak dan penyelesaian
Pertamina menyatakan seluruh awak mobil tangki (AMT) dan pengendara kendaraan lain yang terdampak telah mendapat pemeriksaan kesehatan. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat insiden tersebut.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan,"
Proses penyelesaian kerusakan dan klaim dengan pemilik kendaraan lain diklaim telah diselesaikan melalui musyawarah. Pertamina menegaskan bahwa pemeriksaan kondisi AMT sebelum keberangkatan sudah dilakukan sesuai prosedur.
"Sesuai SOP yang berlaku, pemeriksaan kondisi Awak Mobil Tangki (AMT) telah dilakukan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik jalan,"
Dampak dan tindak lanjut
Insiden menyebabkan gangguan lalu lintas sementara di Km 1+400 Cawang arah Bogor. Pihak berwenang dan Pertamina melanjutkan investigasi untuk memastikan penyebab lengkap dan mencegah kejadian serupa.
HSSE (Health, Safety, Security and Environment) disebut sebagai fokus utama dalam operasional distribusi LPG. Pertamina menyatakan akan terus memperkuat langkah keselamatan dalam pengiriman produk energi.
Langkah pencegahan dan evaluasi prosedur diharapkan menjadi fokus setelah kejadian untuk menjaga keselamatan transportasi bahan berbahaya dan pengguna jalan lainnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prediksi Cuaca Senin 28 Sept 2026: Hujan Petir, Gelombang 4m
BMKG peringatkan cuaca berawan hingga tebal pada 28 Sept 2026; waspadai hujan petir, gelombang 2,5-4 m, dan...
KLH Dorong Pemanfaatan Energi Sungai Ciliwung Lewat Mikrohidro
Wamen KLH dorong pemanfaatan aliran Sungai Ciliwung untuk PLTMH sambil memperkuat konservasi, pemasangan tra...
Pontianak Berpotensi Tuan Rumah Peluncuran Logo Baru Hanura
Pontianak dipertimbangkan jadi tuan rumah peluncuran logo baru Hanura; keputusan final menunggu Ketua Umum O...
MPR Minta Transparansi Fasilitas Lapas yang Dinilai Mewah
Ketua MPR Ahmad Muzani minta keterbukaan soal fasilitas mewah di lapas dan mendesak penjelasan dari kementer...
Museum Bing Slamet Resmi Dibuka saat Hari Komedi Nasional 2026
Kemenbud meresmikan Museum Bing Slamet di Jakarta, 27 September 2026, bertepatan Hari Komedi Nasional untuk...
Panglima TNI: Penyelesaian Papua Harus Kolaboratif, Bukan Hanya Militer
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus kolaboratif, melibatkan banyak pihak, bukan...