KLH Dorong Pemanfaatan Energi Sungai Ciliwung Lewat Mikrohidro
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong pemanfaatan aliran Sungai Ciliwung sebagai sumber energi terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Pernyataan itu disampaikan saat peninjauan sungai pada peringatan Hari Sungai Sedunia 2026, dengan alasan debit dan elevasi sungai dinilai cukup untuk dikembangkan menjadi pembangkit mikrohidro.
Potensi mikrohidro di Ciliwung
Menurut Diaz, karakter aliran Ciliwung memungkinkan kegiatan rekreasi seperti arung jeram, yang menunjukkan adanya elevasi dan debit air signifikan. Kondisi ini membuka peluang untuk instalasi PLTMH skala kecil yang dapat memasok listrik lokal dan memperkuat ketahanan energi di kawasan sekitar.
Namun ia menekankan bahwa rencana pengembangan energi harus mempertimbangkan kualitas air dan kelestarian ekosistem sungai terlebih dahulu.
Upaya konservasi sebelum pembangunan
Sebelum membangun fasilitas energi, Diaz menyarankan langkah konservasi untuk menjaga kebersihan dan fungsi sungai. Ia menyinggung dua langkah utama yang perlu dilaksanakan segera.
- Pemasangan trash boom untuk menahan sampah agar tidak menyebar sepanjang aliran.
- Pembangunan wetlands alami atau buatan untuk menyerap polutan dan meningkatkan kualitas air.
"Kami juga mendiskusikan pemanfaatan debit air. Sungai Ciliwung debit airnya sampai bisa main arung jeram, artinya di sini ada elevasi dan bisa kita kembangkan mikrohidro,"
Bantaran sungai dan ancaman erosi
Diaz juga menyoroti kondisi bantaran yang rentan erosi. Pemerintah mendorong penanaman pohon elo yang memiliki sistem perakaran kuat untuk menahan tanah dan memperkuat tepian sungai.
Selain itu, keberadaan ikan sapu-sapu disebut berkontribusi terhadap kerentanan karena perilakunya membuat lubang di sekitar bantaran.
Aksi peduli sungai dan partisipasi masyarakat
Kegiatan peringatan dilakukan serentak di sembilan titik, dari Jabodetabek hingga Surabaya dan Bali. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan aksi nyata masyarakat terhadap pemeliharaan sungai.
"Sungai ini penting sebagai sumber kehidupan tapi juga bisa menjadi sumber bencana. Kami lihat tadi sampah masih banyak dan bangunan di sempadan sungai juga masih ada,"
Diaz berharap momentum ini mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan fungsi sungai demi manfaat lingkungan dan potensi energi yang berkelanjutan.
Implikasi dan langkah ke depan
Penerapan PLTMH pada Ciliwung berpotensi menjadi solusi energi terbarukan berskala lokal jika diimbangi dengan program konservasi. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain diperlukan untuk menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan perlindungan lingkungan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Tata Ulang Museum Bing Slamet agar Lebih Nyaman
Kementerian Kebudayaan menata ulang Museum Bing Slamet agar kunjungan lebih nyaman; penataan meliputi teknis...
Prediksi Cuaca Senin 28 Sept 2026: Hujan Petir, Gelombang 4m
BMKG peringatkan cuaca berawan hingga tebal pada 28 Sept 2026; waspadai hujan petir, gelombang 2,5-4 m, dan...
Pontianak Berpotensi Tuan Rumah Peluncuran Logo Baru Hanura
Pontianak dipertimbangkan jadi tuan rumah peluncuran logo baru Hanura; keputusan final menunggu Ketua Umum O...
MPR Minta Transparansi Fasilitas Lapas yang Dinilai Mewah
Ketua MPR Ahmad Muzani minta keterbukaan soal fasilitas mewah di lapas dan mendesak penjelasan dari kementer...
Museum Bing Slamet Resmi Dibuka saat Hari Komedi Nasional 2026
Kemenbud meresmikan Museum Bing Slamet di Jakarta, 27 September 2026, bertepatan Hari Komedi Nasional untuk...
Panglima TNI: Penyelesaian Papua Harus Kolaboratif, Bukan Hanya Militer
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus kolaboratif, melibatkan banyak pihak, bukan...