Tiga Peringatan 28 September: Kereta Api, Rabies, dan Akses Informasi
28 September menjadi hari peringatan penting secara nasional dan internasional. Di Indonesia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional untuk mengenang pengambilalihan pengelolaan kereta api pada 1945. Secara global, 28 September juga menandai Hari Rabies Sedunia dan Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi, masing-masing bertujuan meningkatkan kewaspadaan kesehatan dan menjunjung keterbukaan informasi.
Sejarah singkat Hari Kereta Api Nasional
Jejak perkeretaapian di Indonesia bermula pada abad ke-19 di masa Hindia Belanda. Pencangkulan jalur Semarang–Vorstenlanden (Solo–Yogyakarta) pertama dilakukan pada 17 Juni 1864 di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal L.A.J. Baron Sloet van de Beele.
Perusahaan swasta Naamlooze Vennootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) membangun rel dengan lebar 1.435 mm. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun jalur melalui Staatsspoorwegen (SS) pada 8 April 1875, menghubungkan Surabaya–Pasuruan–Malang.
Setelah perkembangan pesat hingga berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa, panjang jalur kereta dan trem pada akhir 1928 mencapai 7.464 kilometer. Pada masa pendudukan Jepang (1942) pengelolaan diubah menjadi Rikuyu Sokyoku. Puncak pengambilalihan oleh pihak Indonesia terjadi pada 28 September 1945 saat Kantor Pusat Kereta Api Bandung dikuasai, menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).
| Jenis Pengelolaan | Panjang Jalur (km) |
|---|---|
| Miliki pemerintah | 4.089 |
| Dikelola swasta | 3.375 |
| Total (1928) | 7.464 |
Hari Rabies Sedunia: fokus pada pencegahan
Hari Rabies Sedunia diperingati untuk menekan penularan dan kematian akibat rabies. Peringatan ini mendorong edukasi kepada publik, pemeriksaan hewan peliharaan, dan kampanye vaksinasi.
Anjing tercatat sebagai sumber utama penularan; lebih dari 99 persen kasus rabies pada manusia dilaporkan akibat gigitan anjing. Rabies masih menyebabkan kematian di seluruh dunia dengan angka sekitar 60.000 orang per tahun.
Langkah pencegahan dasar yang disorot antara lain:
- Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin.
- Kepemilikan hewan secara bertanggung jawab.
- Pelibatan pemerintah, komunitas, dan organisasi seperti Aliansi Global untuk Pengendalian Rabies (GARC).
Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi
Tanggal 28 September juga menjadi momentum global untuk menekankan hak publik atas informasi. UNESCO mengadopsi resolusi pada 17 November 2015 yang mendorong keterbukaan informasi, dan Majelis Umum PBB menguatkannya pada 2019.
Sebelum penetapan tersebut, gerakan hak untuk mengetahui telah muncul sejak 2002 melalui inisiatif masyarakat sipil. Peringatan ini menyoroti keterkaitan akses informasi dengan transparansi pemerintahan, akuntabilitas, dan partisipasi publik.
Ketiga peringatan yang jatuh pada 28 September membawa pesan berbeda namun saling relevan: sejarah dan kedaulatan pelayanan publik, kewaspadaan kesehatan masyarakat, serta pentingnya informasi untuk kehidupan demokrasi. Peringatan ini diharapkan mendorong tindakan nyata dari institusi dan masyarakat ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prediksi Cuaca Senin 28 Sept 2026: Hujan Petir, Gelombang 4m
BMKG peringatkan cuaca berawan hingga tebal pada 28 Sept 2026; waspadai hujan petir, gelombang 2,5-4 m, dan...
KLH Dorong Pemanfaatan Energi Sungai Ciliwung Lewat Mikrohidro
Wamen KLH dorong pemanfaatan aliran Sungai Ciliwung untuk PLTMH sambil memperkuat konservasi, pemasangan tra...
Pontianak Berpotensi Tuan Rumah Peluncuran Logo Baru Hanura
Pontianak dipertimbangkan jadi tuan rumah peluncuran logo baru Hanura; keputusan final menunggu Ketua Umum O...
MPR Minta Transparansi Fasilitas Lapas yang Dinilai Mewah
Ketua MPR Ahmad Muzani minta keterbukaan soal fasilitas mewah di lapas dan mendesak penjelasan dari kementer...
Museum Bing Slamet Resmi Dibuka saat Hari Komedi Nasional 2026
Kemenbud meresmikan Museum Bing Slamet di Jakarta, 27 September 2026, bertepatan Hari Komedi Nasional untuk...
Panglima TNI: Penyelesaian Papua Harus Kolaboratif, Bukan Hanya Militer
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus kolaboratif, melibatkan banyak pihak, bukan...