Kemenbud Tata Ulang Museum Bing Slamet agar Lebih Nyaman
Kementerian Kebudayaan akan menata ulang Museum Bing Slamet untuk membuat kunjungan masyarakat lebih nyaman. Pernyataan itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai peresmian museum di Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026. Penataan diperlukan karena ruang museum terbatas sehingga teknis kunjungan dan fasilitas pendukung harus diatur.
Penataan dan teknis kunjungan
Pengelola akan menyusun teknis kunjungan agar pengunjung dapat melihat koleksi dan menelusuri perjalanan hidup Bing Slamet tanpa berdesakan. Koordinasi meliputi jadwal kunjungan, kapasitas ruangan, dan alur pameran.
"Karena tempatnya terbatas, teknis kunjungan nanti kita koordinasikan agar masyarakat yang datang tetap nyaman menikmati museum Bing Slamet,"
Fasilitas pendukung dan kerja sama lokal
Selain tata ruang, pengelola menyiapkan fasilitas pendukung seperti area parkir. Penyediaan fasilitas ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan warga sekitar museum. Upaya itu diharapkan memperlancar akses dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Peran keluarga dan lembaga
Pengelolaan museum nantinya melibatkan keluarga Bing Slamet bersama Balai Pelestarian Kebudayaan dan Museum Cagar Budaya. Keterlibatan pihak keluarga diharapkan menjaga keaslian narasi dan koleksi yang dipamerkan.
Revitalisasi, teknologi, dan merchandise
Jika museum berkembang, Kementerian Kebudayaan membuka peluang menghadirkan merchandise untuk memperkuat daya tarik. Produk yang disiapkan antara lain kaus dan mug bertema Bing Slamet.
"Mudah-mudahan nanti kalau berkembang berkembang terus, kita buat juga merchandise Bing Slamet. Ada kaosnya, ada mugnya, ada macam-macamnya,"
Museum sebagai ruang publik hidup
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menekankan perubahan peran museum. Menurutnya, museum modern harus berfungsi lebih dari sekadar tempat menyimpan benda bersejarah.
"Museum pada era modern tidak lagi cukup dipahami sebagai tempat menyimpan benda, tetapi ruang publik yang hidup bagi masyarakat,"
Ia menambahkan bahwa museum perlu menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan sejarah, pengetahuan, dan nilai kebangsaan. Untuk itu pengelolaan harus menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dan tata pamer yang menarik.
Langkah ke depan
Revitalisasi yang masuk dalam program 2026 akan mencakup pembenahan fisik, tata pamer, pengelolaan koleksi, dan integrasi teknologi. Langkah ini bertujuan memastikan Museum Bing Slamet tetap relevan dan memberi pengalaman yang mendidik bagi publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...