MPR Minta Transparansi Fasilitas Lapas yang Dinilai Mewah
Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta keterbukaan soal fasilitas mewah yang ditemukan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Pernyataan itu disampaikan saat Muzani berada di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 27 September 2026. Ia menekankan fasilitas yang tidak sesuai ketentuan seharusnya tidak diberikan kepada warga binaan dan harus dijelaskan secara terbuka oleh lembaga terkait.
Pernyataan Ahmad Muzani
Muzani menyatakan prihatin atas adanya fasilitas yang dinilai berlebihan. Ia menilai pemberian fasilitas semacam itu kepada warga binaan tidak layak jika memang melanggar aturan. Namun, ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi yang beredar.
"Saya prihatin dengan kondisi tersebut karena apa yang terjadi adalah sebuah fasilitas yang tidak seharusnya mereka dapatkan. Tetapi saya percaya hal itu sedang ditangani oleh lembaga atau kementerian yang bersangkutan,"
Ia menambahkan bahwa penjelasan dari pihak lapas mengenai status fasilitas, yang disebut sebagai rumah dinas bagi pejabat, masih perlu klarifikasi lebih jauh.
"Saya tidak tahu, karena rumah dinas lapas itu biasanya tidak jauh-jauh dari situ. Apakah benar atau tidak, saya tidak bisa berkomentar karena saya tidak paham,"
Respons Lembaga dan Reaksi Publik
Muzani mencatat adanya respons cepat dari lembaga atau kementerian yang menangani isu ini setelah mendapat perhatian publik. Menurutnya, respons awal tersebut menunjukkan adanya upaya penanganan yang cepat terhadap polemik yang muncul.
"Dan saya lihat ada respons yang cepat dari lembaga atau kementerian yang menangani itu dengan baik,"
Seruan untuk Transparansi
Lebih jauh, Muzani menekankan pentingnya transparansi mengenai jenis fasilitas dan sarana yang menjadi hak penghuni lapas di seluruh Indonesia. Ia meminta kementerian atau lembaga terkait menjelaskan secara terbuka apa saja yang seharusnya diterima warga binaan.
"Saya kira mungkin harus dijelaskan tentang fasilitas apa saja yang diberikan oleh lapas kepada para penghuni. Sehingga jika ada yang melebihi dari kapasitas itu, tentu bisa diingatkan,"
Ia juga mengingatkan, sebaliknya, jika fasilitas yang tersedia kurang dari yang semestinya, hal itu juga berhak dipertanyakan oleh publik dan pihak berwenang.
Implikasi dan Langkah Ke Depan
Pernyataan Muzani menyorot kebutuhan audit dan pengawasan yang lebih tegas terhadap pemberian fasilitas di lapas. Transparansi, menurutnya, penting untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan menjaga kepercayaan publik. Pemeriksaan lebih lanjut dari kementerian atau lembaga terkait diharapkan dapat memberikan kejelasan dan tindakan yang sesuai bila ditemukan pelanggaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Festival Band Piala Panglima TNI 2026 Cari Bakat Musik
Festival Band Piala Panglima TNI 2026 digelar 27 Sep di Jakarta untuk mencari bakat musik, diikuti 68 pesert...
Buku 'Srivijaya' Diluncurkan di Museum Nasional, Ungkap Jejak Peradaban
Museum Nasional gelar peluncuran buku Srivijaya oleh Herald van der Linde, memaparkan jejak perdagangan, aga...
Pompanisasi Jadi Solusi Atasi Kekeringan Sawah di Tengah El Nino
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pompanisasi dan perkuatan irigasi solusi mengalirkan air ke sawah terdampa...
Prabowo Video Call Atlet: Selamat Emas Pertama Asian Games
Presiden Prabowo video call dan memberi selamat atas medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026 serta...
Kemenkum Terapkan Digitalisasi Penuh 470 Layanan Mulai 1 Oktober
Mulai 1 Oktober 2026, Kementerian Hukum menerapkan digitalisasi penuh 470 layanan publik untuk efisiensi, pa...
Rahmat Erwin Sabet Emas Asian Games 2026, Presiden: Saya Bangga
Rahmat Erwin raih emas kelas 75 kg Asian Games 2026 dengan total 366 kg; Presiden Prabowo menelepon dan meny...