Nasional

Yenny Wahid: Kebebasan Harus Bawa Kebahagiaan Bersama

Bagikan:
Yenny Wahid berbicara di Freedom Jazz Festival 2026 di RRI Jakarta Pusat

Yenny Wahid menegaskan kebebasan harus menghasilkan kebahagiaan bersama, bukan kebebasan tanpa batas, saat menghadiri Freedom Jazz Festival 2026 di Radio Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu malam, 19 Agustus 2026. Ia mengatakan kebebasan yang sehat harus menghormati kepentingan orang lain agar kehidupan bersama tetap harmonis.

Pandangan Yenny tentang batas kebebasan

Menurut Yenny, setiap individu berhak mencari kebahagiaan. Namun, proses itu tidak boleh merugikan atau menyakiti orang lain. Prinsip ini menjadi batas penting agar kebebasan beriringan dengan tanggung jawab sosial.

Dengan tegas ia menyampaikan bahwa kebebasan bukan alasan untuk mengabaikan dampak tindakan terhadap orang lain. Limitasi moral dan sosial itu menurutnya wajib dijaga demi keharmonisan komunitas.

Kutipan langsung

"Bagi saya, limitasi pertama adalah kebebasan itu dibatasi ketidakbolehan kita untuk menyakiti orang lain dalam kehidupan bersama kini. Kita bebas mencari kebahagiaan, tetapi jangan sampai pencarian kebebasan tersebut kemudian membuat orang lain menderita atau kehilangan kebahagiaan,"

Ucapan itu disampaikannya kepada RRI saat hadir di acara yang dihadiri penonton langsung dan pendengar dari berbagai daerah.

Musik sebagai sarana menghadirkan kebahagiaan

Di sela acara, Yenny melihat pertunjukan musik sebagai medium untuk membangun suasana bahagia bersama. Ia berharap penonton yang datang serta pendengar RRI di daerah lain bisa merasakan hiburan yang hangat dan inklusif.

Ia menekankan bahwa semangat kebahagiaan melalui musik harus dibarengi kesadaran menghargai batas dan kepentingan bersama. Dengan demikian, festival dapat menjadi ruang hiburan sekaligus perayaan kebebasan yang bertanggung jawab.

Implikasi dan harapan

Pernyataan Yenny mengingatkan publik bahwa kebebasan pribadi perlu diimbangi empati dan tanggung jawab sosial. Jika prinsip itu dijaga, kebebasan dapat menjadi sumber kebahagiaan kolektif tanpa menimbulkan konflik sosial.

Ke depan, pesan serupa bisa menjadi rujukan dalam penyelenggaraan acara umum agar kebebasan berekspresi tetap sejalan dengan keharmonisan komunitas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait