Pemko Siapkan Kios dan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora
Pematangsiantar — Pemerintah Kota Pematangsiantar bergerak cepat menanggapi kebakaran besar di Pasar Dwikora, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara yang terjadi Kamis dinihari, 18 Juni. Kebakaran melibatkan 311 kios; 276 kios tercatat aktif sebelum musibah. Wali Kota Wesly Silalahi meninjau lokasi dan menginstruksikan penanganan segera bagi pedagang terdampak.
Penanganan awal dan bantuan langsung
Wali Kota dan Sekda Junaedi Antonius Sitanggang beserta pejabat Pemko turun ke lokasi untuk memetakan kebutuhan pedagang. Secara simbolis Wali Kota menyerahkan bantuan kepada 41 pedagang di Kantor Camat Siantar Utara. Besaran bantuan dapat dicairkan melalui rekening Bank Sumut.
"Sosialisasi kepada para pedagang dan pemberian bantuan sosial sudah terlaksana tahap satu, sedang tahap dua dan tahap tiga on progress,"
Pernyataan di atas disampaikan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ), Bolmen Silalahi, untuk menjelaskan progres penyaluran bantuan.
Penyediaan kios sementara dan penataan lokasi
PDPHJ bersama Pemko menyiapkan total 141 kios sementara untuk menampung pedagang korban kebakaran. Rincian awal adalah 87 kios di dalam balairung (tampomas) dan 54 kios di area Pasar Dwikora.
- 87 kios di balairung (tampomas)
- 54 kios di area Pasar Dwikora
- Cadangan 85 kios di Balairung Rajawali jika diperlukan
Lokasi dan ukuran kios tidak berubah. Pedagang diminta menata dinding kios sendiri sesuai ketentuan PDPHJ.
Pembersihan lokasi dan perbaikan infrastruktur
Setelah police line dibuka pada 24 Juni 2026, Pemko menurunkan alat berat untuk merenovasi area terdampak. Pekerjaan meliputi pembongkaran bangunan yang tidak layak, pembersihan puing, pembuatan drainase utama dan tambahan, serta perbaikan akses jalan agar truk dan alat berat dapat melintas.
Pemko juga merencanakan pembangunan fasilitas publik seperti atap balairung, lantai kios dan jalan, instalasi listrik, sambungan air dari Perumda Air Minum Tirtauli, pemasangan CCTV, APAR, dan lampu penerangan.
Mitigasi risiko kebakaran
Bolmen menegaskan perlunya penguatan mitigasi kebakaran di pasar. Saat kejadian, ketersediaan alat pemadam api ringkas dinilai tidak memadai. Untuk itu PDPHJ akan melengkapi peralatan pemadam, memperbaiki drainase, dan meninjau konstruksi atap yang rawan terbakar di Pasar Dwikora dan Pasar Horas.
"Belajar dari kejadian ini, PDPHJ perlu melakukan mitigasi resiko... memerlukan usaha guna melengkapi peralatan dan juga untuk penanganan drainase serta atap yang rawan kebakaran,"
Langkah ke depan
Proses pemulihan akan berjalan bertahap: penanganan darurat, penyaluran bantuan sosial bertahap, penyediaan kios sementara, dan rehabilitasi infrastruktur. Pemko bersama PDPHJ serta kantor kecamatan terus memantau agar arus perdagangan dapat kembali normal secepatnya.
Perkembangan penyaluran bantuan dan progres rekonstruksi akan diumumkan secara berkala oleh pihak berwenang kepada para pedagang dan publik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Aceh Borong 9 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026
Aceh memenangkan sembilan penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026 termasuk Juara Utama Inklusi Keuangan...
Bupati Batubara Tekankan Disiplin Pengelolaan Anggaran
Bupati Batubara minta aparatur taat aturan anggaran, lapor berkala, dan manfaatkan tantangan fiskal untuk in...
31 Pelajar Aceh Utara Lolos OSNK 2026, Melaju ke OSN-P Aceh
Sebanyak 31 murid Aceh Utara lulus OSNK 2026 dan berhak berlaga di OSN-P Aceh yang digelar 27–29 Juli 2026.
Medan buka pelatihan inklusif: 100 peserta siap kerja, 20 barista disabilitas
Pemko Medan membuka pelatihan inklusif 6 Juli 2026: 100 peserta dilatih, termasuk 20 barista penyandang disa...
42 Mahasiswa Internasional Daftar di IAIN Langsa 2026
IAIN Langsa mencatat 42 pendaftar mahasiswa internasional hingga 6 Juli 2026; pendaftaran dibuka sampai 24 J...
Langsa Tuan Rumah HLM TPID dan TP2DD Aceh 2026
Kota Langsa menjadi tuan rumah HLM TPID dan TP2DD Aceh 2026 untuk memperkuat pengendalian inflasi dan percep...