Lokal

Medan buka pelatihan inklusif: 100 peserta siap kerja, 20 barista disabilitas

Bagikan:
Wali Kota Medan membuka pelatihan kerja inklusif di BBPVP Medan, peserta menerima materi barista dan safety riding

Medan — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka pelatihan kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini menargetkan 100 peserta untuk meningkatkan keterampilan dan membuka akses kerja, termasuk 20 penyandang disabilitas yang dilatih menjadi barista profesional dan 40 perempuan yang mendapat pelatihan safety riding.

Ruang kerja inklusif dan tujuan pelatihan

Rico Waas menegaskan pelatihan ini bagian dari komitmen Pemko Medan menciptakan ruang kerja yang berkeadilan dan inklusif. Ia menilai keterbatasan fisik tidak menghapuskan kapasitas dan talenta.

"Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta,"

Ia menambahkan bahwa dunia kerja menuntut spesifikasi tinggi, kemampuan adaptasi digital, dan komunikasi yang baik. Contoh yang disebutkan termasuk kebutuhan menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva, serta inovasi menu di dunia barista.

"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita,"

Rincian paket pelatihan

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, memaparkan program tahun ini berfokus pada penyerapan lulusan ke dunia industri dan perluasan inklusivitas sosial. Total peserta dibagi ke dalam lima paket pelatihan sebagai berikut:

  • Pelatihan Barista (khusus penyandang disabilitas): 20 peserta, durasi 7 hari, mulai 6 Juli 2026.
  • Pelatihan Alat Berat (Forklift): 20 peserta, durasi 18 hari, mulai 6 Juli 2026.
  • Pelatihan Safety Riding (2 paket): 40 peserta total, durasi 7 hari, mulai 6 Juli 2026.
  • Pelatihan Tata Kecantikan: 20 peserta, durasi 18 hari, mulai 6 Juli 2026.

Ramadan memastikan seluruh peserta yang lulus mendapat legalitas profesional, termasuk sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), dan Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai keahlian.

Sinergi dengan industri dan peluang kerja internasional

Untuk menjembatani penyerapan tenaga kerja, Disnaker telah memetakan kebutuhan riil industri melalui kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan dialog dengan PT KINRA serta tenant lain. Pemko juga membuka peluang kerja ke luar negeri.

"Pemko Medan memperluas jangkauan ke pasar internasional dengan menggandeng Bank BJB untuk memfasilitasi dana talangan bagi calon tenaga kerja ke Jepang. Program ini didukung oleh dua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berstatus Sending Organization (SO) yang akan segera disahkan sebagai mitra resmi,"

Kerja sama pembiayaan ini dimaksudkan untuk membantu calon pekerja mengikuti pelatihan di LPK sebelum diberangkatkan, salah satunya sebagai caregiver ke Jepang.

Penandatanganan MoU dan peserta hadir

Pembukaan ditandai penyerahan tanda peserta dan pemeriksaan kelengkapan oleh Wali Kota. Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan MoU antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamitra Mitra Jaya Utama.

Hadir pada acara antara lain Kepala BBPVP Medan Amran S., Kasat Lantas Polrestabes Medan, Wakil Direktur PT Kamitra Mitra Jaya Utama Arif Faida Wasta, Head of Public Affairs PT Grab Edi Guru Gunawan Isma, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota Jefri Suwanto, manajer bisnis Bank Jabar, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Pelatihan ini diharapkan memperkuat daya saing tenaga kerja lokal dan membuka jalur penempatan yang lebih luas, baik di kawasan industri domestik maupun pasar kerja internasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait