KCIC Edukasi 70 Anak Peduli Lingkungan Lewat Kereta Whoosh
PT KCIC mengajak 70 anak dari berbagai sekolah untuk mengikuti program edukasi lingkungan di Stasiun Halim pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini digelar bertepatan Hari Anak Nasional dan dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta BSI Maslahat. Tujuan utama adalah menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini, termasuk pemilahan sampah dan pilihan transportasi publik.
Rangkaian kegiatan edukasi
Semua peserta mengikuti lomba mewarnai dan sosialisasi program ramah lingkungan di area stasiun. Anak-anak juga memainkan Green Mission Challenge untuk mempraktikkan cara memilah sampah secara langsung. Selain itu, panitia mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penghematan kertas selama acara.
Seluruh kegiatan dirancang interaktif agar pesan keberlanjutan mudah dipahami oleh anak-anak. Ketentuan itu disampaikan oleh manajemen KCIC sebagai bagian dari program pendidikan lingkungan mereka.
Dampak lingkungan Whoosh
KCIC merujuk pada kajian POLAR Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk menjelaskan emisi kereta. Menurut kajian tersebut, emisi Whoosh tercatat hanya 6,9 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Angka ini diklaim sekitar 54 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata kendaraan pribadi.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Emisi per penumpang-km | 6,9 g CO₂ |
| Kapasitas satu rangkaian | 601 orang (setara ~150 mobil pribadi) |
| Persentase pembelian tiket digital | ~80% |
Fasilitas dan pengelolaan sampah di stasiun
Peserta diperkenalkan pada sistem pemilahan sampah yang diterapkan di stasiun Whoosh. KCIC juga menyediakan fasilitas water station untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Langkah ini menjadi bagian dari pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Selain itu, semua stasiun dilengkapi Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah limbah cair toilet. Hasil olahan kemudian dimanfaatkan kembali untuk keperluan nonkonsumsi, seperti menyiram tanaman di lingkungan stasiun.
Pernyataan manajemen
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak mengenal bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk memilih transportasi publik yang lebih ramah lingkungan,”
kata General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa. Dia menekankan pentingnya menanamkan nilai keberlanjutan sejak usia dini agar kebiasaan peduli lingkungan tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya menikmati pengalaman menaiki Whoosh, tetapi juga membawa pulang pemahaman bahwa setiap kebiasaan sederhana dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan,”
kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti. Ia menambahkan bahwa edukasi interaktif diharapkan membentuk kebiasaan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.
Prospek ke depan
Program ini memperkuat komitmen KCIC terhadap keberlanjutan operasional. Dengan kombinasi fasilitas ramah lingkungan dan upaya edukasi, perusahaan berharap masyarakat lebih memilih transportasi publik. Jika kebiasaan ini meluas, potensi pengurangan emisi dan limbah di perkotaan akan meningkat secara signifikan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bapanas: Harga Telur dan Ayam Broiler Mulai Pulih
Bapanas menyatakan harga telur dan ayam broiler di tingkat peternak mulai pulih sejak 21 Juli 2026, mendukun...
Dana Bergulir Dongkrak Ekosistem Usaha BMT THS Lombok
LPDB Koperasi menyalurkan dana bergulir dan pendampingan yang membantu BMT THS Lombok membangun ekosistem us...
PLN Nusantara Power Pamer Inovasi Hidrogen Hijau di GHES 2026
PLN Nusantara Power memamerkan teknologi hidrogen hijau di GHES 2026, menampilkan kendaraan FCEV, stasiun is...
Pemerintah Dorong Petani Perkuat Kelompok lewat KUR Rp100 Juta
Kementerian UMKM dorong petani perkuat kelompok tani lewat akses KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan dan skem...
Menkeu Purbaya Temui PBNU, Bahas Investasi dan Koperasi Tambang
Menkeu Purbaya bertemu PBNU pada 22 Juli 2026 untuk membahas investasi, pengolahan pupuk jadi bahan bangunan...
IHSG Melemah 0,39% ke 6.315 pada Akhir Perdagangan Sesi I
IHSG turun 0,39% ke 6.315,55 pada sesi I, dengan nilai transaksi Rp11,23 triliun dan prospek dipengaruhi pre...