KAI Terima 54 Lokomotif CC205 untuk Logistik Sumatra Selatan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menerima 54 unit lokomotif CC205 pada Rabu, 22 Juli 2026, di Ruang Jaladara, Jakarta Railway Center. Penambahan armada ini ditujukan untuk memperkuat keandalan pengangkutan logistik batu bara di Sumatra Selatan.
Penyerahan dan jadwal pengiriman
Seluruh unit masuk dalam kategori CC205 seri 25 dan 26. Pengiriman dilakukan bertahap sejak Agustus 2025 dan selesai pada Mei 2026. Seremoni penyerahan menandai selesainya proses pengadaan yang melibatkan mitra internasional.
Spesifikasi dan fitur keselamatan
Lokomotif CC205 menggunakan sistem traksi Alternating Current (AC) dan mesin bertenaga 2.200 tenaga kuda. Fitur modern dipasang untuk meningkatkan keselamatan dan pemantauan.
Beberapa fitur yang disorot antara lain Driver Safety System, PowerView Detect, dan UpTime Connect untuk memantau jalur serta performa mesin secara real time.
Dukungan pabrikan dan kutipan
Pabrikan menyatakan siap mendukung lewat layanan teknologi dan pelatihan. Pernyataan itu disampaikan oleh pejabat pabrikan yang terlibat dalam proyek.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan KAI selama proses penyelesaian 54 lokomotif ini. Progress Rail siap melanjutkan kolaborasi melalui dukungan teknologi, perawatan, pelatihan, dan peningkatan kemampuan teknis agar sarana dapat dioperasikan secara andal dan efisien,” kata Colin Kerelchuk.
Uji coba, pelatihan, dan jaminan perawatan
KAI menguji satu unit CC205 menarik 60 gerbong barang di Palembang. Uji intensif ini bertujuan menganalisis batas maksimal keselamatan operasi.
Sebagai bagian dari program kesiapan operasional, KAI melatih 305 pekerja. Rinciannya:
- 195 orang pada bidang perawatan
- 110 orang pada bagian operasional
Program pelatihan dilengkapi jaminan perawatan selama dua tahun untuk menjaga keandalan sarana secara mandiri.
Dampak terhadap kapasitas angkut
Manajemen KAI menilai satu unit CC205 berpotensi menggantikan dua lokomotif generasi lama. Dengan efisiensi ini, target kapasitas angkut batu bara ditingkatkan secara signifikan.
“Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik. Setiap sarana perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja, serta pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal,” ujar Bobby Rasyidin.
Bobby menambahkan, kenaikan target volume pengangkutan batu bara diupayakan mencapai sekitar 85 juta ton per tahun. Ke depan, KAI mendorong transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, dan pengembangan fasilitas dalam negeri untuk membangun ekosistem perkeretaapian yang lebih kuat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...