Sumut Percepat Pengembangan Kawasan Industri untuk Dongkrak Ekonomi
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut mempercepat pengembangan kawasan industri dan pusat-pusat ekonomi baru. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Danareksa dan PT Kawasan Industri Medan (KIM) di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (29/6). Tujuannya untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.
Target kontribusi dan strategi percepatan
Pemprov Sumut menargetkan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,7–7,1 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah fokus pada peningkatan investasi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi peran badan usaha milik daerah dan negara.
Gubernur mengatakan Pemprov terus mengevaluasi kinerja BUMD agar dapat memaksimalkan aset dan sumber daya. Selain itu, lahan untuk kawasan industri baru telah disiapkan guna memberi ruang bagi investor dan mitra usaha.
"Kami terus mengevaluasi BUMD kami agar bisa memaksimalkan sumber daya yang kami miliki, memaksimalkan aset dan terus meningkatkan profesional dan akan semakin kuat saat berkolaborasi dengan BUMN dan pemerintah pusat," ujar Bobby Nasution.
Peran BUMD, BUMN, dan sinergi pusat-daerah
Pemprov menilai BUMD harus lebih aktif menjalankan peran komersial dan strategis untuk mendukung pembangunan kawasan industri. Sinergi dengan BUMN dan pemerintah pusat menjadi kunci agar proyek berjalan cepat dan sesuai tata ruang nasional.
Menurut Pemprov, percepatan realisasi investasi akan langsung mendorong aktivitas ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Dukungan Danareksa dan langkah tindak lanjut
Direktur Utama Danareksa, Ngurah Wirawan, menyatakan pemerintah pusat akan mendukung aspek tata ruang, sementara pelaksanaan teknis pengembangan kawasan tetap menjadi kewenangan daerah. Danareksa siap menindaklanjuti tawaran kerja sama yang diajukan Pemprov.
"Kami tentu siap untuk bekerja sama dan sudah menyiapkan beberapa langkah menindaklanjuti tawaran Pemprov Sumut terkait pengembangan industri baru, misalnya pengembangan industri secara vertikal di perkotaan dan horizontal di kawasan yang masih memiliki area," ujar Ngurah Wirawan.
Dampak ekonomi dan prospek ke depan
Percepatan pengembangan kawasan industri diharapkan menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dalam beberapa tahun ke depan. Realisasi investasi dan kerja sama yang cepat akan memberi dampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Ke depan, fokus Pemprov adalah mempercepat perizinan, memperkuat kapasitas BUMD, serta menjaring mitra strategis untuk memastikan manfaat pengembangan kawasan industri dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BRT Mebidang Diresmikan, Lintasan Khusus di Lapangan Belum Rampung
Gubernur Sumut meresmikan BRT Mebidang 19 Agustus, namun lintasan khusus di lapangan masih berupa pembongkar...
Polda Sumut Ungkap 6.369 Kasus Kejahatan Jalanan Jan–Jul 2026
Polda Sumut ungkap 6.369 kasus kejahatan jalanan Jan–Jul 2026 dan amankan 2.400 pelaku; termasuk pengungkapa...
FKPPI Sumut Nyatakan Dukung Program Pangdam I/BB
FKPPI Sumut menyatakan dukungan kepada program Pangdam I/BB, termasuk pembangunan jembatan perintis dan prog...
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dengan Samurai di Aek Kanopan
Polisi menangkap SM (35) terkait dugaan penganiayaan di Aek Kanopan; pedang samurai disita sebagai barang bu...
Tersangka Ledakan Grand Polonia Ditetapkan, Identitas Dirahasiakan
Polrestabes Medan menetapkan tersangka ledakan Grand Polonia; identitas dirahasiakan. Ledakan akibat kebocor...
Terdakwa Diduga Edarkan 18 Ekstasi di Belawan, Diadili di PN Medan
Wahyu (22) diadili di PN Medan atas dugaan peredaran 18 butir ekstasi; jaksa menjelaskan kronologi penangkap...