Nagelsmann: Jerman Tak Lagi Tim Kelas Dunia
Julian Nagelsmann mengakui bahwa timnas Jerman tidak lagi berada di jajaran tim elit setelah tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Paraguay di babak 32 besar pada 30 Juni 2026 membuat laga berakhir melalui adu penalti, dan hasil itu mendorong perdebatan soal masa depan pelatih 38 tahun tersebut.
Kekalahan di babak 32 besar
Jerman bermain imbang 1-1 melawan Paraguay hingga babak perpanjangan waktu. Adu penalti akhirnya dimenangkan Paraguay setelah beberapa eksekutor Jerman gagal menuntaskan penaltinya. Nama-nama yang gagal adalah Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah.
Pernyataan Nagelsmann dan evaluasi tim
Usai pertandingan, Nagelsmann menyatakan hasil itu tidak sejalan dengan standar sepak bola Jerman. Ia menyebut kegagalan ini sebagai tanda bahwa Die Mannschaft tak lagi setara dengan tim kelas dunia.
Kami tersingkir pada tahap pertama, dan itu tidak cukup bagi sepak bola Jerman. Ini eliminasi ketiga berturut-turut sehingga kami bukan lagi bagian dari tim kelas dunia. Saya kecewa
Nagelsmann mulai menangani timnas sejak 2023 dan tercatat memiliki kontrak hingga Piala Eropa 2028. Meski banyak permintaan pergantian pelatih muncul, ia menegaskan tidak akan mundur dan siap melanjutkan jika Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) masih menghendaki.
Jika DFB menginginkan saya, saya akan terus melatih. Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin bertahan jika DFB masih menghendaki
Reaksi pemain dan perjalanan turnamen
Pemain seperti Kai Havertz juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah adu penalti. Havertz sempat mencetak gol penyeimbang, namun gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Saya sedikit kehilangan kata-kata. Ini Piala Dunia kedua saya dan keduanya tidak menghasilkan apa pun, yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf
Sebelum tersingkir, Jerman menunjukkan performa naik-turun di fase grup. Hasilnya adalah:
- Kemenangan 7-1 atas Curacao
- Kemenangan 2-1 atas Pantai Gading
- Kekalahan 1-2 dari Ekuador
Catatan historis dan implikasi ke depan
Kekalahan dari Paraguay memperpanjang rentetan kegagalan Jerman di fase gugur sejak kemenangan mereka pada 2014. Ini merupakan eliminasi ketiga beruntun di Piala Dunia, setelah tersingkir pada edisi 2018 dan 2022.
Kini, fokus beralih ke DFB yang harus mengambil keputusan soal masa depan pelatih dan perombakan skuad. Nagelsmann menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab, tetapi perubahan struktural kemungkinan tetap dibahas oleh federasi dan pemangku kepentingan sepak bola Jerman.
Situasi ini membuka diskusi lebih luas mengenai arah pembangunan tim nasional, regenerasi pemain, dan strategi pelatihan menjelang Piala Eropa 2028.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...