Moriyasu Minta Maaf usai Jepang Tersingkir Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, meminta maaf kepada para suporter setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Jepang kalah 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar, Selasa, 30 Juni 2026, dan Moriyasu tampil membungkuk sambil menahan air mata sebagai tanda penyesalan.
Permintaan maaf dan reaksi pelatih
Usai laga, Moriyasu berdiri di hadapan awak media dan suporter untuk menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan tim memenuhi ekspektasi. Ia mengaku kecewa namun menegaskan menerima hasil tersebut dan akan menjadikannya pelajaran.
"Saya sangat kecewa kami harus tersingkir di tahap ini, tetapi para pemain telah memberikan segalanya hari ini. Saat ini saya merasa hancur, tetapi saya ingin menerima hasil ini dan menggunakannya untuk menjadi tim yang jauh lebih kuat."
"Saya tidak mampu memberikan kemenangan kepada mereka. Kemampuan saya sebagai pelatih belum cukup, saya benar-benar minta maaf."
Kronologi pertandingan
Jepang sempat unggul lebih dahulu, namun Brasil mampu membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke babak 16 besar. Kekalahan 1-2 menutup perjalanan wakil Asia terakhir di turnamen ini.
Hasil ini memperlihatkan dinamika pertandingan yang ketat, di mana keunggulan awal Jepang tidak cukup dipertahankan hingga akhir laga.
Dampak dan tanggung jawab
Moriyasu secara terbuka mengambil tanggung jawab atas kegagalan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyebut banyak suporter yang datang langsung ke stadion dan lebih banyak lagi yang menyaksikan melalui siaran, sehingga kekecewaan publik terasa sangat besar.
Masa depan tim dan pelatih
Pelatih berusia 57 tahun ini mulai menangani Timnas Jepang sejak 2018. Di bawah arahannya, Jepang berhasil lolos dari fase grup pada dua edisi Piala Dunia berturut-turut. Meski demikian, negosiasi perpanjangan kontraknya disebut belum dimulai setelah tersingkirnya Timnas di Piala Dunia 2026.
Moriyasu menyatakan fokus berikutnya adalah menghadapi Piala Asia, namun ia juga mengakui belum ada keputusan final mengenai masa depannya bersama tim nasional.
Kekalahan ini menutup babak bagi Jepang di turnamen internasional terbesar dan membuka pertanyaan tentang evaluasi tim ke depan, baik dari sisi taktik maupun kepemimpinan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Grand Final Indonesian Pingpong League 2026 di TSM Cibubur
Grand Final Indonesian Pingpong League 2026 digelar di Trans Studio Mall Cibubur; kompetisi melebar jadi 47...
Perbasi Panggil 8 Pemain Timnas Basket 3x3 untuk Asian Games 2026
Perbasi memanggil delapan pemain Timnas Basket 3x3 putra; akan dikerucutkan menjadi empat pemain untuk tampi...
Chiesa Absen Latihan, Masa Depan di Liverpool Diragukan
Federico Chiesa absen saat latihan Liverpool di AXA Training Center (19 Agustus), menimbulkan tanda tanya me...
Rachel/Febi Lolos Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke perempat final BWF 2026 setelah lawan Jepang mundur karena...
Bejlek Singkirkan Sabalenka di Cincinnati, Menang 7-6 6-4
Sara Bejlek mengalahkan Aryna Sabalenka 7-6, 6-4 di Cincinnati (20 Agustus 2026), meraih kemenangan terbesar...
Bettencourt Resmi Jadi Pelatih Timnas Tanjung Verde
Humberto Bettencourt ditunjuk sebagai pelatih kepala Tanjung Verde menggantikan Bubista; tugas utamanya memp...