Nasional

Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Teknologi di Satkamling

Bagikan:
Kapolda Sumsel membuka Pelatihan Satkamling 2026 di Mapolda Sumsel

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho membuka Pelatihan Satkamling 2026 di Mapolda Sumsel, Selasa, 9 Juni 2026, dan mendorong memadukan gotong royong dengan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat deteksi dini dan respons terhadap gangguan kamtibmas.

Peserta dan format pelatihan

Kegiatan digelar secara hibrida dan diikuti oleh sekitar 1.700 anggota Satkamling. Dari jumlah itu, 100 peserta hadir secara luring dan 1.600 mengikuti secara daring. Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian untuk memperkaya kemampuan anggota lapangan.

  • Jumlah peserta: 1.700
  • Hadir langsung: 100
  • Virtual: 1.600

Pesan utama Kapolda: gotong royong dan teknologi

Dalam sambutannya, Kapolda mengapresiasi peran Satkamling sebagai ujung tombak deteksi dini di tingkat masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan monopoli satu pihak.

"Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua."

Kapolda mendorong pemanfaatan perangkat modern seperti CCTV dan layanan darurat untuk memperkuat pengawasan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Call Center 110 yang tersedia gratis sebagai salah satu kanal respons cepat.

"Dalam menghadapi tantangan modern, Satkamling didorong memanfaatkan berbagai sarana teknologi. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperkuat pengawasan dan respons terhadap gangguan keamanan," ujarnya.

Nilai tradisi tetap penting

Meski mendorong teknologi, Kapolda menekankan pentingnya gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan. Menurutnya, interaksi langsung antarwarga menghadirkan manfaat yang tak tergantikan oleh alat digital.

"Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan," ujarnya.

Simbol, materi, dan harapan

Kapolda menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik yang dilengkapi angka 24/7, melambangkan kesiapsiagaan tanpa henti. Pembukaan ditandai pemukulan kentongan sebagai simbol kewaspadaan sekaligus pelestarian alat komunikasi tradisional.

Materi pelatihan mencakup aspek hukum, kebangsaan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Kapolda berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga Satkamling berkembang menjadi pusat pelayanan awal dan deteksi dini masyarakat.

Implikasi ke depan

Dengan mengedepankan kerja tuntas dan kerja ikhlas, diharapkan keamanan lingkungan terus terjaga dan mendukung terwujudnya Bumi Sriwijaya yang aman dan baik. Perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi jadi kunci meningkatkan efektivitas pengamanan komunitas.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait