KKP Dorong Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Hilirisasi Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) jadi kunci memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan ke unit pengolahan ikan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis, 14 Mei 2026.
KNMP: ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir
Menurut Trenggono, KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan yang menghubungkan nelayan, rantai dingin, industri pengolahan, hingga akses pasar. Dengan pendekatan ini, penanganan ikan dilakukan sejak pendaratan sehingga mutu produk terjaga hingga konsumen akhir.
"Kalau kampung nelayan merah putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan," ujar Trenggono.
Pemerintah menilai masalah utama sektor perikanan bukan berada di hilir, melainkan pada pembenahan hulu. Oleh karena itu, KNMP fokus memperbaiki proses produksi dan penanganan ikan di tingkat nelayan.
Target pembangunan dan capaian awal
KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 kampung nelayan merah putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Tahun 2025 menjadi tonggak awal dengan pembangunan 100 titik, dan sejauh ini 65 lokasi telah rampung 100 persen.
Upaya ini mencakup peningkatan fasilitas pendaratan, fasilitas rantai dingin, serta unit pengolahan ikan yang mampu memenuhi standar pasar domestik dan ekspor.
Fokus pengembangan di Kepulauan Riau
KKP menilai Kepulauan Riau strategis untuk pengembangan KNMP karena karakteristik kepulauan, tingginya aktivitas perikanan, dan kedekatan dengan jalur perdagangan internasional. Beberapa lokasi yang sedang dikembangkan antara lain:
- Natuna
- Batam
Konsep klaster KNMP menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor, sehingga alur penanganan produk menjadi lebih efisien.
Dampak bagi nelayan dan prospek ke depan
Dengan sistem terintegrasi, hasil tangkapan dapat ditangani lebih baik sejak pendaratan hingga distribusi. Hal ini diharapkan meningkatkan nilai jual produk perikanan dan memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
"Program kampung nelayan merah putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan," ujar Trenggono.
Ke depan, keberhasilan KNMP bergantung pada keterlibatan aktor lokal, investasi fasilitas produksi, dan akses pasar. Jika dijalankan konsisten, program ini berpotensi mendorong transformasi sektor perikanan menuju rantai nilai yang lebih tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KSP: Lebih dari 100 Kapal Ekspor Tertahan Karena Aturan LTJ
KSP menyebut lebih dari 100 kapal ekspor sempat tertahan akibat ketidakpastian aturan logam tanah jarang, pr...
Prabowo Terima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka
Presiden Prabowo akan menerima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka, 3–4 Agustus 2026, dengan agenda bilater...
DPR: Pagar Tinggi di Mal Belum Jadi Ancaman Keamanan Nasional
Dave Laksono menyatakan pagar tinggi di mal belum menunjukkan ancaman keamanan nasional dan meminta masyarak...
Pemerintah Percepat Ambang Kandungan LTJ pada Produk Ekspor
Pemerintah percepat penetapan ambang kandungan LTJ pada produk ekspor lewat rapat koordinasi di Bina Graha,...
Plafon KUR 2026 Masih Tersedia, UMKM Diminta Memanfaatkan
Pemerintah membuka sisa plafon KUR 2026; realisasi Rp169 triliun ke 2,65 juta debitur hingga 22 Juli 2026. U...
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W Tingkatkan Risiko Hujan Ekstrem
BMKG deteksi bibit Siklon 94W di Laut Filipina yang berpotensi picu hujan lebat di beberapa wilayah Indonesi...