Kakorlantas Minta Dirlantas Rangkul Sopir Ojol
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta jajaran Dirlantas aktif merangkul komunitas ojek online untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026, dengan alasan bahwa pendekatan humanis lebih efektif daripada hanya penegakan hukum.
Ajakan merangkul komunitas ojol
Agus menilai pengemudi ojek online memiliki peran strategis karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, Dirlantas diminta membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para pengemudi tersebut.
Saya mengapresiasi rekan-rekan Dirlantas yang selama ini aktif membangun komunikasi dengan komunitas ojol. Rangkul mereka dan jalin silaturahmi, ke depan kita juga akan membentuk Asosiasi Ojol Nusantara.
Peran sopir ojol dalam keselamatan jalan
Menurut Kakorlantas, komunitas ojol bisa menjadi mitra penting Polantas dalam menyebarkan praktik berlalu lintas yang aman. Mereka dianggap sebagai sumber informasi lapangan karena mobilitas dan frekuensi interaksi di jalan yang tinggi.
Komunitas ojol adalah bagian dari saudara kita yang setiap hari berada di jalan. Mereka bisa menjadi mitra berdiskusi dan memberikan informasi.
Perubahan paradigma Polantas
Agus menegaskan paradigma Polantas harus berubah dari semata penegakan hukum menuju pendekatan yang lebih humanis. Penindakan seperti tilang tetap diperlukan, namun kehadiran Polantas juga harus membangun kedekatan dan rasa dihargai di masyarakat.
Pendekatan kita sekarang bukan lagi semata-mata tilang atau penegakan hukum. Polantas harus hadir membangun kedekatan dengan masyarakat.
Program dan langkah ke depan
Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari program Polantas Menyapa dan Melayani yang sedang didorong Korlantas Polri. Program dijalankan di berbagai wilayah untuk memperkuat hubungan Polantas dan publik.
Langkah konkret yang disebutkan adalah memperluas komunikasi, merangkul komunitas, dan rencana pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara sebagai wadah resmi untuk dialog dan kerja sama.
Dengan strategi tersebut, diharapkan kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh alami ketika masyarakat merasa dihargai dan diajak bekerja sama. Pendekatan kolaboratif ini menjadi pijakan menuju penegakan keselamatan yang lebih efektif di jalan raya.
Berita Terkait
Majelis Etik Bongkar Belasan Dugaan Pelanggaran Ketua Nonaktif Ombudsman
Majelis Etik Ombudsman ungkap belasan laporan dugaan pelanggaran terhadap Ketua nonaktif Hery Susanto; lapor...
BGN Larang Bangun Dapur MBG Sebelum Lolos Verifikasi
BGN melarang calon mitra membangun dapur MBG sebelum lolos verifikasi; pendaftaran via mitra.bgn.go.id dan t...
BGN Tutup Sementara Pendaftaran Mitra MBG untuk Validasi Data
BGN menutup sementara pendaftaran mitra MBG sejak 29 Mei 2026 untuk fokus validasi data nasional agar distri...
Murid Papua Apresiasi Bantuan Pendidikan untuk SMK Sorong
Murid SMK Negeri 1 Sorong berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat, termasuk perpustakaan, toilet, dan...
Kemendikdasmen Salurkan 159 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H
Kemendikdasmen menyalurkan 159 hewan kurban ke 35 provinsi saat Iduladha 1447 H, dengan total daging sekitar...
Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Fondasi Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen perkuat fondasi pendidikan bermutu lewat revitalisasi 16.167 sekolah, distribusi 288.865 IFP,...