Ekonomi

KAI Kelola Suku Cadang Rp1,23 Triliun untuk 12.856 Sarana

Bagikan:
Suku cadang kereta dan aktivitas pemeliharaan di depot KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola persediaan suku cadang senilai Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026 untuk mendukung pemeliharaan seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian. Data operasi tersebut dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan bertujuan menjaga kelancaran layanan serta keandalan perjalanan.

Nilai persediaan dan komponen

Nilai bruto persediaan terdiri dari suku cadang sarana dan prasarana. Rinciannya mencakup suku cadang sarana sebesar Rp1,12 triliun dan suku cadang prasarana senilai Rp224,73 miliar. Persediaan ini disiapkan untuk kebutuhan perawatan rutin dan berkala.

Jenis Persediaan Nilai (Rp)
Suku cadang sarana 1.120.000.000.000
Suku cadang prasarana 224.730.000.000
Total 1.344.730.000.000

Komposisi armada yang didukung

KAI mengelola sebanyak 12.856 unit sarana untuk menjaga operasional armada. Komposisi armada meliputi berbagai jenis kendaraan dan gerbong yang memerlukan pemeliharaan terjadwal.

  • 551 lokomotif
  • 1.064 Kereta Rel Listrik (KRL)
  • 2.238 kereta penumpang
  • 8.907 gerbong barang
  • 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Independen (KRDE/I)

Proses pemeliharaan dan distribusi material

Suku cadang sarana dipakai untuk perawatan rutin dan berkala pada Balai Yasa serta depo di seluruh Daerah Operasi dan Divisi Regional. Sementara itu, suku cadang prasarana mendukung perawatan jalur, jembatan, persinyalan, instalasi listrik, dan komunikasi.

“Pelanggan melihat kereta api ketika berada di peron, tetapi di belakang satu perjalanan terdapat proses pemeliharaan yang panjang. Lebih dari 12 ribu unit sarana membutuhkan dukungan material, tenaga teknis, Balai Yasa, depo, serta jadwal perawatan yang disiplin,”

Penyiapan material dan tenaga teknis ditegaskan sebagai pekerjaan harian untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum perjalanan dimulai.

Pergeseran kebijakan pengelolaan aset

Executive Vice President Corporate Secretary KAI menjelaskan bahwa pengelolaan aset kini mengarah ke pendekatan siklus hidup berbasis data. Pendekatan ini dipakai untuk menentukan waktu peremajaan dan prioritas pemeliharaan sesuai kondisi riil dan tingkat risiko armada.

“Keandalan perjalanan dimulai jauh sebelum kereta berangkat. Pengelolaan material dan pemeliharaan menjadi pekerjaan yang berlangsung setiap hari untuk memastikan sarana dan prasarana siap digunakan,”

Keputusan peremajaan aset dijalankan dengan evaluasi menyeluruh. Tujuannya menjaga keandalan operasional seluruh rangkaian kereta api dan mengurangi risiko gangguan layanan.

Dengan persediaan dan kebijakan baru ini, KAI berupaya mempertahankan standar keselamatan dan kontinuitas layanan di tengah peningkatan mobilitas masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait