KAI Operasikan 39 Trainset New Generation, Investasi Rp5,5T
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengoperasikan 39 trainset baru bertipe New Generation hasil produksi PT INKA pada Sabtu, 6 Juni 2026. Pengadaan ini bagian dari program modernisasi armada senilai Rp5,505 triliun yang ditargetkan berlangsung bertahap hingga 2027.
Investasi dan target pengadaan
KAI mencatat nilai investasi pengadaan sarana sebesar Rp5,505 triliun untuk batch awal operasional. Program yang lebih luas menargetkan total 612 kereta New Generation sebagai bagian dari pembaruan armada jangka panjang.
"Program pengadaan 612 kereta New Generation merupakan investasi jangka panjang KAI untuk memperbarui sarana penumpang secara bertahap. Setiap trainset yang beroperasi menghadirkan standar kenyamanan yang lebih baik dan menjadi bagian dari pengembangan layanan yang terus kami lakukan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Fitur baru untuk kenyamanan penumpang
Trainset baru dilengkapi kursi ergonomis, pintu geser otomatis, dan port USB pada setiap kursi. Desain kabin dibuat lebih senyap untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Sarana tambahan meliputi toilet modern dengan fasilitas pencuci kaki, meja ganti popok bayi, serta selimut hangat untuk layanan malam. Semua fasilitas ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang berbagai segmen.
Rincian pesanan dan rute layanan
Total pesanan kereta yang dibiayai dalam program ini mencakup beragam tipe sarana. KAI menjabarkan alokasi unit sebagai berikut:
- 297 unit kereta kelas eksekutif
- 199 unit kereta kelas ekonomi
- 57 kereta makan
- 57 unit pembangkit
- 2 kereta bagasi
Saat ini, layanan kelas eksekutif New Generation telah melayani rute Argo Dwipangga dan Argo Lawu. Sementara itu, versi ekonomi New Generation sudah beroperasi pada relasi Jaka Tingkir.
Masukan pelanggan dan evaluasi berkelanjutan
KAI menegaskan bahwa umpan balik pelanggan dan masukan petugas operasional menjadi dasar perbaikan berkelanjutan untuk unit berikutnya. Evaluasi tersebut diterapkan selama proses delivery dan pengoperasian tiap rangkaian.
"Selama proses delivery dan pengoperasian rangkaian New Generation, kami menerima banyak masukan dari pelanggan maupun petugas operasional. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyempurnaan terus dilakukan pada trainset-trainset berikutnya," kata Anne.
"Pelanggan saat ini semakin memperhatikan kualitas pengalaman perjalanan. Karena itu, KAI terus melakukan pengembangan sarana secara berkelanjutan. Seiring bertambahnya jumlah trainset yang diterima dan dioperasikan hingga seluruh program selesai, semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan dengan standar kenyamanan New Generation," ujar Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Dengan penambahan 39 trainset ini, KAI melanjutkan penyegaran armada sekaligus memperluas layanan berkualitas untuk masyarakat. Proses pengadaan dan evaluasi yang berkelanjutan diperkirakan akan terus berlangsung hingga seluruh rangkaian 612 unit terealisasi pada target akhir program.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...