Delapan Hilang di Selat Sunda, PFIJ Gelar Doa di Bundaran HI
Delapan orang, termasuk lima jurnalis dan tiga kru kapal, hilang setelah berlayar ke dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar doa bersama untuk korban pada Jumat malam, 11 September 2026, di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, sambil berharap ada titik terang dalam proses pencarian yang masih berlangsung.
Doa bersama dan pendampingan keluarga
Acara di Bundaran HI dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai media serta perwakilan keluarga korban. PFIJ menyatakan keluarga terus mendapat pendampingan dari organisasi dan perusahaan media selama pencarian.
Dwi Pambudo, Ketua Umum PFIJ, menekankan pentingnya dukungan insan pers dan keberanian peliputan bencana di lapangan.
Jurnalis merupakan ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat, terutama ketika melaporkan situasi kebencanaan secara langsung terkini. Kami mengharapkan bantuan semua insan pers untuk mendukung teman-teman jurnalis yang meliput Krakatau sebagai pejuang kemerdekaan pers.
Menurut Dwi, dukungan untuk keluarga dilakukan secara bertahap melalui komunikasi antara perwakilan keluarga, organisasi, dan perusahaan media terkait.
Pencarian hari keempat dan harapan
PFIJ mengapresiasi upaya tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Pencarian pada hari keempat melibatkan kekuatan lebih besar, namun PFIJ menyatakan belum ada keterangan resmi yang disampaikan posko.
Organisasi itu ikut memantau perkembangan dari lokasi posko dan mengajak masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari tim pencarian agar tidak muncul kabar keliru.
Semoga ada titik terang dan semuanya berjalan baik, termasuk kepentingan insan pers serta mitigasi dan edukasi kebencanaan.
PFIJ juga berharap doa serupa digelar di luar Jakarta untuk menguatkan keluarga korban dan menjaga solidaritas antarjurnalis.
Daftar jurnalis yang hilang
Diketahui lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut adalah:
- M. Bagus Khoirunnas (Antara)
- Ari Basuki (Merdeka.com)
- Yudistiro Pranoto (iNews)
- Firman Daus (Anadolu Agency)
- Donal Husni (jurnalis lepas)
Selain daftar di atas, ada tiga kru kapal yang juga masih hilang kontak. Tim gabungan terus melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.
Momentum edukasi kebencanaan
PFIJ melihat peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat edukasi kebencanaan bagi masyarakat dan kalangan jurnalis. Organisasi mengajak media dan publik menjadikan kasus ini bahan evaluasi mitigasi saat melakukan peliputan bencana di masa mendatang.
Doa bersama dan pendampingan yang berlangsung dinilai penting untuk menjaga semangat solidaritas sekaligus memastikan proses mencari dan menyebarkan informasi berlangsung akurat dan bertanggung jawab.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rompi Pelampung di Anyer Dipastikan Bukan Milik Arupadhatu 1
Polda Banten menyatakan rompi pelampung yang ditemukan di Perairan Anyer bukan milik kapal Arupadhatu 1; tim...
Kapolri: Stabilitas Keamanan Syarat Utama Investasi
Kapolri Listyo Sigit menegaskan stabilitas keamanan di kawasan industri sebagai syarat utama menarik investa...
Perkuat Digitalisasi Bansos, Menkomdigi: 50 Juta Akan Akses Bersamaan
Kemkomdigi siapkan stress test untuk portal digitalisasi bansos yang diproyeksikan diakses 50 juta masyaraka...
Bane Raja Manalu Dorong Bongkar Dugaan Praktik Curang E‑Commerce
Bane Raja Manalu minta platform e‑commerce selesaikan pembekuan akun, cairkan saldo seller, dan minta pemeri...
Menteri PU Minta Tindak Tegas Pegawai Terindikasi Judi Online
Menteri PU minta Inspektorat Jenderal tindak lanjuti sekitar 2.000 pegawai terverifikasi terindikasi judi on...
Kapolri: Tak Boleh Ada Pungli dan Premanisme demi Jaga Investasi
Kapolri Listyo Sigit minta polisi tindak tegas pungli dan premanisme agar iklim investasi aman; Bekasi menyu...